Literasi Keuangan yang rendah, menyebabkan banyak dampak negatif.
Orang yang literasi keuangannya rendah, seringkali terjebak pada jeratan utang (gali lubang tutup lubang), tidak tahu cara kerja sistem perpajakan, terkena investasi bodong, salah membeli produk asuransi (dan investasi) serta sulit menjadi kaya.
Jika Kamu merasa “keuangan adalah masalah utamamu”, maka Kamu perlu tahu mengenai literasi keuangan!
Artikel ini saya siapkan dengan riset yang mendalam, sehingga Kamu bisa mempelajari detail-detailnya.
Pembahasan di artikel ini meliputi:
- Bagian 1: Kenapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin?
- Bagian 2: Ciri yang Tidak “Terliterasi Keuangan”
- Ciri 1: Cash flow berantakan
- Ciri 2: Tidak memiliki proteksi: unnecessary risk taking
- Ciri 3: Kolektor (bukannya investor) produk keuangan
- Ciri 4: Serba mendadak! Tidak ada rencana (financial planning)
- Ciri 5: Melahirkan generasi sandwich yang baru
- Ciri 6: Meninggalkan bom waktu, bernama “WARISAN”
- Ciri 7: Menghindari pajak
- Bagian 3: 3 Cara yang Saya Lakukan untuk Meningkatkan Literasi Keuangan
- Cara 1: Pembelajaran pasif
- Cara 2: Pembelajaran aktif
- Cara 3: Jalankan literasi keuangan sebagai bagian dari hidup
- Bagian 4: Keys Take Away
Sebelum membaca artikel ini, saya sarankan kosongkan gelasmu.
Kalau kata Bruce Lee:
In order to taste my cup of water you must first empty your cup. My friend, drop all your preconceived and fixed ideas and be neutral. Do you know why this cup is useful? Because it is empty.
Bruce Lee
Baca dan terima sepenuhnya materi ini.
Seandainya Kamu sudah baca selesai dan ada bagian-bagian yang kurang setuju, silakan tulis pendapat Kamu di kolom komentar. Semoga bermanfaat.
Yuk kita bahas bagian pertama: Kenapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin.
Langsung saja ke Halaman 2.
Leave A Comment