Personal branding adalah cara orang lain mempersepsikan dan menilai diri Anda. Seperti apa contohnya  dan bagaimana cara membangun personal branding?

Berikut ini pembahasannya.

 

Membranding Diri Sendiri

Apakah Anda pernah mengalami atau mendengar cerita:

Andi adalah seorang karyawan berprestasi, tetapi dia tidak mendapat kenaikan jabatan.
Sebaliknya Budi yang tidak terlalu berprestasi, malah mendapat kenaikan jabatan.
Penyebabnya Budi pandai menjalin hubungan dengan atasan dan membuat persepsi dirinya seorang yang berprestasi.

Sang atasan “menganggap” atau “mempersepsikan”  Budi jago dan mampu untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar. Anggapan tersebut adalah persepsi BOS terhadap BAWAHANnya

 

Hal yang sama juga terjadi dalam bisnis. 

Chandra adalah seorang kontraktor bangunan yang pekerjaanya bagus sekali.
Kontraktor lain bernama Denny pekerjaannya biasa saja, tetapi jago membuat konten di social media dan orang-orang lebih mengenal Denny.
Alhasil banyak orang yang menggunakan jasa Denny. 

Calon customer “menganggap” atau “mempersepsikan” Denny tampaknya mampu menyelesaikan proyek bangunannya. Anggapan tersebut adalah persepsi Calon Customer terhadap Pemilik Bisnis

 

Bahkan profesi Badut yang dulunya memasarkan layanan melalui tiang listrik, sekarang sudah berganti ke social media dan membranding dirinya sendiri.

 

Personal Branding adalah

Karen Kang (dalam bukunya Branding Pays) mengatakan personal branding itu seperti Ice Cake.

Personal Branding seperti Ice Baking

 

  • Cake merepresentasikan rational value, seperti pengetahuan, keahlian, pengalaman dan lainnya.
  • Icing merepresentasikan emotional value, seperti personality, senyuman dan style. Orang lain dapat terhubung secara emosinal dengan Anda, menyukai Anda dan mempercayain Anda.  

 

Kesimpulannya, menurut Karen Kang1) adalah: 

A personal brand is your IMAGE and REPUTATION

 

Aktivitas membranding diri sendiri adalah usaha mengembangkan image dan reputation kita.

Contoh 1:

Awalnya Anda adalah seorang staff perusahaan auditor keuangan.

Setelah beberapa tahun bekerja, Anda ingin berkarir sebagai senior auditor atau manager audit di perusahaan manufaktur. Maka Anda perlu mengembangkan image dan reputasi sebagai seorang yang ahli di bidang audit keuangan perusahaan manufaktur.  

Tujuannya supaya Anda dapat keterima sebagai manager audit di perusahaan manufaktur

 

Contoh 2

Awalnya Anda adalah seorang agen asuransi, yang menawarkan asuransi kesehatan, asuransi sakit kritis dan asuransi jiwa. 

Setelah beberapa tahun, Anda menjadi seorang leader di perusahaan asuransi. Tugas utama Anda merekrut agen-agen baru. Maka Anda perlu mengembangkan image dan reputasi sebagai seorang leader, sehingga banyak orang ingin menjadi agen baru di bawah Anda.  

 

Bahkan Donald Trump melakukan

Begitu juga dengan Donald Trump. Beliau membranding dirinya sendiri sebagai PENGUSAHA SUKSES (co-author buku bisnis Midas Touch dengan Robert T. Kiyosaki) dan PRESIDEN AMERIKA.

Personal Branding Donald Trump sebagai Entrepreneur dan Politisi (Presiden Amerika)

Donald Trump, membranding dirinya sebagai Entrepreneur dan Politisi (Presiden Amerika)

 

Sebagai seorang perencana keuangan dan entrepreneur, saya juga membranding diri sendiri.

Saya membranding diri sebagai perencana keuangan dan founder Finansialku melalui tulisan atau konten saya di Finansialku.com. Sebagai entrepreneur saya banyak berbagi ide, pemikiran dan konten melalui website pribadi MelvinMumpuni.com

 

Seseorang yang memiliki personal branding yang baik, ibarat sebuah taman yang indah dan dapat menarik banyak kupu-kupu.

Personal Branding Ibarat Membangun Taman

sumber: Oakmantle Indonesia

 

Mengapa kita perlu membentuk IMAGE dan REPUTATION kita?

  1. Anda akan mendapatkan “respect” dari pihak-pihak berkepentingan (klien, calon klien, karyawan, atasan, investor dan lainnya).
  2. Orang-orang juga akan “merekomendasikan” atau percaya dengan pilihan Anda.
  3. Membuka “kesempatan-kesempatan” seperti pekerjaan baru, klien baru, partnership baru, kesempatan mengisi materi di media atau acara.

 

Berikut ini video penjelasan dari Neil Patel, seorang ahli di bidang pemasaran digital:

 

Bagaimana Cara Membangun Personal Branding?

Berikut ini 5 caranya, menurut Karen Kang:

5 Cara Membangun Personal Branding

5 Cara Membangun Personal Branding, Karen Kang

 

1️⃣ Positioning

Pertama-tama, Anda perlu mendefinisikan unique cake atau rational value.  Anda dapat memposisikan diri berdasarkan  pengetahuan, keahlian, pengalaman dan lainnya. 

 

2️⃣ Messages

Berikutnya buat pesan atau messages yang mendukung unique cake atau rational value Anda.  

 

3️⃣ Brand Strategy

Ketiga, gabungkan antara cake dan icing. Anda dapat menggunakan framework Brand Strategy Platform

 

4️⃣ Ecosystem

Tentukan orang-orang yang dapat mempengaruhi branding Anda. 

 

5️⃣ Action Plan

Terakhir, buat action plan untuk meningkatkan dan mengkomunikasikan brand Anda.

 

Saya akan membuat artikel yang lebih dalam untuk menjelaskan lima langkah di atas.  

 

Apa Saja yang Dibutuhkan?

Jika Anda ingin membranding diri sendiri, maka Anda perlu memperkuat pesan INTERNAL dan mengkomunikasikan ke EXTERNAL.

 

 Internal yang dimaksud adalah:

  • Kekuatan dan kelemahan diri sendiri (selfawareness). Anda dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri dengan menggunakan talent mapping.
  • Nilai-nilai yang Anda pegang (personal value), misal saya memegang nilai problem solving, initiative dan customer obsession.
  • Cerita Anda (story behind) yang membangun “siapa Anda”.
  • Warna yang menggambarkan diri Anda (personal color analysis), seperti saya warna Biru dan Emas.

 

External yang dimaksud adalah cara Anda menunjukkan ke orang lain, seperti:

  • Social media yang Anda gunakan, apakah Linkedin (untuk pekerjaan), Instagram, TikTok, Youtube atau lainnya.
  • Konten yang Anda bagikan di social media atau website.
  • Logo yang mempresentasikan Anda.
  • Website pribadi untuk menceritakan segala hal tentang Anda.

 

Banyak orang beranggapan membranding diri sendiri sama dengan membuat akun social media dan membuat konten secara rutin. Padahal aktivitas utama saat membranding diri sendiri adalah pesan, nilai, cerita dan persepsi yang ingin Anda sampaikan (INTERNAL).

 

Pada saat saya memulai membranding diri sendiri, tentunya saya berkonsultasi dengan ahlinya.
Saya menggunakan layanan dari Oakmantle Bandung. Berikut ini layanan Konsultasi Personal Branding:

Jasa Konsultasi Personal Branding

Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan di atas, silakan Whatsapp  ke nomor saya 0838 2100 9816 . Silakan ceritakan kebutuhan Anda, kemudian saya akan bantu referensikan ke Oakmantle.

 

Buku-Buku Penunjang

Berikut adalah buku-buku  yang dapat Anda baca lebih lanjut:

Buku Personal Branding Melvin Mumpuni

 

  1. Karen Kang. 2013. Branding Pays : The Five-Step System to Reinvent Your Personal Brand. Link Amazon Book
  2. Mike Kim. 2021. You are the Brand. Link Amazon Book
  3. Laura Bull. 2020. From Individual to Empire. Link Amazon Book 
  4. Dorie Clark. 2017. Reinventing You: Define Your Brand, Imagine Your Future. Link Amazon Book 
  5. Sandra Long. 2020. LinkedIn for Personal Branding. Link Amazon Book

 

Referensi artikel:

  1. Karen Kang. 2013. Branding Pays : The Five-Step System to Reinvent Your Personal Brand. Link Amazon Book
  2. Mike Kim. 2021. You are the Brand. Link Amazon Book
  3. Laura Bull. 2020. From Individual to Empire. Link Amazon Book 
  4. Dorie Clark. 2017. Reinventing You: Define Your Brand, Imagine Your Future. Link Amazon Book 
  5. Sandra Long. 2020. LinkedIn for Personal Branding. Link Amazon Book
  6. Harrison Monarth. 17 Februari 2022. What’s the Point of a Personal Brand?. HBR.org
  7. Sprout Social. Personal Brand. Sproutsocial.com
  8. Adam Heitzman. 19 Mei 2022. What Is Personal Branding? Here’s Why It’s So Important. SearchEngineJournal.com

 

Sumber gambar:

  • Britannica. Donald Trump president of United States. Britannica.com
  • Amazon Book. Midas Touch: Why Some Entrepreneurs Get Rich-And Why Most Don’t. Amazon.com