Tips finansial gen Z sekarang ini bukan lagi hanya HIDUP BERHEMAT, karena finansial zaman sekarang lebih kompleks.Ā 

Berikut ini diskusi saya, dengan Atta HalilintarĀ (podcaster) di podcast Daging Talks.


Dapat ditonton atau didengarkan di:

Tonton di Youtube
Dengarkan di Spotify
Dengarkan di Apple Podcast

šŸ“ Poin Penting: 7 Tips Finansial Gen Z

Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai tips finansial gen Z:

Saya menekankan bahwa di usia 20-an, fokus utama seharusnya adalah memperbesar kapasitas untuk menghasilkan uang.

Lima cara untuk meningkatkan active income (memperbesar penghasilan):

  1. Tambah Pengetahuan: terus belajar hal baru melalui buku atau sumber lainnya.
  2. Upgrade Skill: mengasah keterampilan teknis, misalnya belajar bahasa asing atau instrumen musik.
  3. Perluas Jejaring (Networking): memperbanyak teman dan koneksi karena pintu rezeki sering datang dari silaturahmi.
  4. Jam Terbang: semakin sering suatu keahlian dilatih, nilai jual atau bayaran akan semakin tinggi dibandingkan pemula.
  5. Personal Branding: menentukan ingin dikenal sebagai ahli di bidang apa (misalnya ahli meyakinkan investor atau pemecah masalah) agar terus dipercaya oleh orang lain.

Gen Z disarankan untuk memiliki dana darurat (6-12 kali pengeluaran bulanan) agar tidak terjebak dalam siklus hutang saat menghadapi situasi mendesak.

Pondasi yang kuat mencegah seseorang untuk terus-menerus meminjam uang setiap kali ada kebutuhan mendadak.

Saya memperingatkan agar hati-hati dalam mengambil cicilan.

Contoh:

  • Jika penghasilan Rp 10 juta, cicilan sebesar 3 juta masih dianggap wajar.
  • Jika penghasilan Rp 10 juta, cicilan mencapai 8 juta, hal itu akan membuat hidup terasa sangat berat.

Banyak orang Indonesia terbiasa menabung dari sisa pengeluaran, yang seringkali berakhir tidak ada sisanya sama sekali.

Saya menyarankan prinsip Pay Yourself First, yaitu memprioritaskan uang untuk tabungan atau investasi di awal segera setelah menerima uang, baru kemudian sisanya digunakan untuk belanja.

Untuk mengatasi sifat lupa, ia menyarankan penggunaan fitur auto-debet atau tabungan otomatis di aplikasi bank digital, misalnya untuk investasi emas fisik digital secara rutin.

Saya mengingatkan Gen Z untuk tidak membeli barang hanya untuk menyenangkan orang lain atau karena takut ketinggalan tren (FOMO), apalagi jika menggunakan uang yang belum dimiliki (berutang).

Membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan hanya demi pengakuan orang lain adalah salah satu pengeluaran terburuk.

Selain bekerja keras (manusia bekerja), anak muda didorong untuk mulai membuat uang bekerja (melalui investasi saham/emas) dan aset bekerja (seperti bisnis waralaba atau properti) agar tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan saja.


šŸ’¬ Statement PentingĀ 

Berikut ini pernyataan penting terkait salah satu tips finansial Gen Z:

Jangan terlalu banyak meminta tapi lupa berterima kasih, karena ternyata berterima kasih inilah yang mempermudah rezekimu.

Pernyataan Saya mengenai “Jangan terlalu banyak meminta tapi lupa berterima kasih, karena ternyata berterima kasih inilah yang mempermudah rezekimu” maksudnya adalah:

 

šŸ”µ Berhenti Berfokus pada Keluhan

Saya memberikan ilustrasi tentang seseorang yang meminta pekerjaan kepada Tuhan, namun setelah dikasih, ia justru mengeluh tentang kemacetan di hari pertama kerja atau mengeluh tentang atasannya saat bekerja dari rumah. Menurutnya, banyak orang terjebak dalam sikap terus meminta tanpa pernah benar-benar berhenti sejenak untuk mengucapkan, “Tuhan, terima kasih sudah dikasih kerjaan”.

 

šŸ”µEnergi yang Menarik Rezeki:

Saya percaya bahwa ucapan terima kasih atau rasa syukur adalah sebuah energi. Jika seseorang terus-menerus merasa kurang dan lupa bersyukur, hal itu akan terasa berat dan membuat rezeki terasa menjauh. Sebaliknya, dengan bersyukur, rezeki diyakini akan dilipatgandakan.

 

šŸ”µ Menciptakan Rasa Damai (Peaceful)

Secara personal, saya merasakan ketika saya mulai mempraktikkan kebiasaan berterima kasih, hidup terasa lebih enak dan lebih tenang (peaceful). Hal ini membantunya menyelaraskan energi dengan tujuan hidupnya agar tidak terus-menerus merasa kekurangan.

 

šŸ”µPentingnya Evaluasi dengan Hati yang Ikhlas

Selain kerja keras dan kerja cerdas, saya menekankan pentingnya kerja ikhlas. Rasa syukur adalah bagian dari keikhlasan tersebut, yang membuat perjalanan hidup dan pencarian nafkah terasa lebih ringan dan menyenangkan.

šŸ‘ØšŸ»Profil Atta Halilintar dan Daging Talks

Atta Halilintar adalah seorang YouTuber, pembuat konten, dan pengusaha sukses asal Indonesia yang merupakan anak sulung dari keluarga Gen Halilintar. Ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh digital paling berpengaruh dengan jumlah pelanggan YouTube terbanyak di Asia Tenggara.


Tips Finansial Gen Z Atta Halilintar Daging Talk Podcast Melvin Mumpuni

Melvin Mumpuni (kiri) dan Atta Halilintar (kanan) di Podcast Daging Talk


Daging Talk PodcastĀ adalah podcast yang fokus menyajikan diskusi-diskusi yang padat, berbobot, dan penuh wawasan (biasanya seputar bisnis, pengembangan diri, edukasi, atau isu terkini). Tujuannya adalah memberikan informasi dan ilmu yang murni daging atau sangat bermanfaat bagi para penontonnya.

Podcast Daging Talk dapat diakses melalui:


āœšŸ»Catatan:

Untuk undang Melvin Mumpuni ke podcast atau acara Anda silakan hubungi kami.

Cek ringkasan podcast lainnya.Ā