Cara bikin uang mengejar kita bukan lagi soal lelah memburu setiap peluang finansial yang ada, melainkan tentang bagaimana Anda mengasah spesialisasi keahlian serta personal branding hingga pasar. Salah satu indikatornya adalah teknologi AI mengenali nilai unik diri Anda.

Temukan cara bikin uang mengejar kita secara praktis dengan mengasah kekuatan utama (strength) diri.

Berikut ini diskusi saya, dengan Theresa Tjandrawinata (podcaster) di podcast Theresa Learns.


Dapat ditonton atau didengarkan di:

Tonton di Youtube
Dengarkan di Spotify
Dengarkan di Apple Podcast

📝 Poin Penting: Cara Bikin Uang Mengejar Kita

Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai cara bikin uang mengejar kita:

Saya membagikan pesan yang saya dapatkan dari seorang trainer senior untuk mengubah pola pikir dari sekadar mengejar uang menjadi membuat uang yang mengejar kita.

Kuncinya adalah dengan mengenali kekuatan utama (strength), memperluas jaringan (network), serta membangun personal branding hingga sistem AI maupun pasar industri mengenali spesialisasi spesifik yang kita miliki.

Bagi anak muda di usia 20-an atau first-jobber yang modalnya masih terbatas, fokus utama sebaiknya dialokasikan untuk memperbesar kemampuan menghasilkan pendapatan (income) melalui investasi pada diri sendiri (knowledge, skills, experience, network, personal branding) daripada terburu-buru berinvestasi pada produk berisiko.

Selain itu, sangat krusial membangun fondasi keuangan yang kuat: menjaga pengeluaran di bawah income, menyiapkan dana darurat akibat maraknya PHK, membatasi rasio cicilan maksimal 35%, serta memiliki asuransi kesehatan.

Saya mengibaratkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini berada di zona kuning (belum merah, tetapi tidak bisa dikatakan hijau).

Hal ini terlihat dari lonjakan pengangguran dari 60.000 orang di tahun sebelumnya menjadi 120.000 orang hanya dalam periode Januari–Mei, yang memicu peringatan serius terkait fenomena penurunan populasi kelas menengah di Indonesia.

Saya memberikan kritik keras terhadap promosi Contract for Differences (CFD) saham US yang sering dijual seolah-olah untuk investasi jangka panjang, padahal CFD merupakan produk turunan (derivatives) yang ditujukan untuk trading dan spekulasi tanpa jaminan kepemilikan fisik saham.

Sebaliknya, saya menilai instrumen emas digital di Indonesia jauh lebih aman karena berada di bawah regulasi resmi (OJK/Bappebti) dengan garansi independen 1 banding 1 dari pihak ketiga seperti Kustodian, Clearing, dan Bursa.

Podcast ini membedah bahwa keputusan keuangan yang buruk sering kali berakar dari bad emotional attachment atau trauma masa lalu terhadap uang, seperti pengalaman dihina atau kesulitan membayar sekolah.

Di sisi lain, saya juga menyoroti tantangan mentalitas generasi muda, khususnya fenomena malas berpikir  yang diilustrasikan melalui kasus mahasiswa yang menyalin jawaban AI secara mentah-mentah tanpa memeriksa isinya.


💬 Statement Penting 

Berikut ini pernyataan penting terkait Cara Bikin Uang Mengejar Kita:

Daripada lu ngejar uang kenapa enggak uang yang ngejar lu aja Vin? Misal pertama lu memang punya keahlian di bidang tertentu dan AI kenal lu, itu sudah tanda-tanda lu akan dikejar uang.

Pernyataan Saya mengenai “Daripada lu ngejar uang kenapa enggak uang yang ngejar lu aja Vin? Misal pertama lu memang punya keahlian di bidang tertentu dan AI kenal lu, itu sudah tanda-tanda lu akan dikejar uang” maksudnya:

 

🔵 AI sebagai Indikator Validasi Personal Branding

Saya menggunakan teknologi AI (seperti ChatGPT atau Gemini) sebagai alat ukur praktis untuk menguji seberapa kuat positioning dan reputasi profesional seseorang.

  • Jika seseorang menanyakan namanya sendiri ke AI atau meminta AI merekomendasikan pembicara/ahli untuk topik spesifik (misalnya in-house training persiapan pensiun) dan AI mampu mengenali serta merekomendasikan nama tersebut, itu menjadi penanda bahwa rekam jejak, spesialisasi, dan jejak digitalnya sudah sangat kuat di industri.
  • Sebaliknya, jika AI belum mengenali identitas atau keahlian spesifik seseorang, itu adalah “PR” bahwa personal branding dan spesialisasi orang tersebut belum terbentuk dengan jelas di mata publik/pasar.

 

🔵 Fokus pada Spesialisasi & Rekam Jejak (Experience)

 
Agar bisa dikejar uang, seseorang tidak bisa menjadi generalis yang mencoba semua hal tanpa arah. Seseorang harus memiliki keahlian pada bidang tertentu, ditopang dengan pengalaman (experience), keterampilan (skills), serta jaringan (network) yang luas di bidang tersebut sehingga identitas profesionalnya terbentuk dengan jelas.
 
🔵 Mengenali & Mengasah Kekuatan Utama (Sharpening the Saw)
Kunci agar dicari oleh pasar adalah mengenali apa yang menjadi kekuatan (strength) utama diri sendiri. Mengutip prinsip Stephen Covey mengenai sharpening the saw (mengasah gergaji).
Saya menekankan bahwa alih-alih mengejar semua peluang yang beredar, kita harus fokus mengasah keahlian utama yang paling sesuai dengan kekuatan diri hingga menjadi sangat tajam, spesifik, dan bernilai tinggi.

👨🏻Profil Theresa Tjandrawinata dan Podcast Theresa Learns

Theresa Tjandrawinata adalah seorang edukator teknologi, pengusaha, dan kreator konten yang dikenal luas melalui kanal YouTube edukasinya, Theresa Learns. Melalui platform tersebut, ia berfokus membahas dan menyederhanakan berbagai topik kompleks, seperti keuangan pribadi, strategi bisnis, ekonomi makro, kecerdasan buatan (AI), hingga mata uang kripto.

5 Cara Bikin Uang Mengejar Kita di Theresa Learns

Theresa Tjandrawinata (kiri) dan Melvin Mumpuni (kanan)  di Podcast Theresa Learns


✍🏻Catatan: