Project Description
Finansialku Community Event
Seminar Meraih Financial Freedom Melalui Keputusan Finansial yang Berdampak
Money With A Purpose
🗓️ Tanggal: Jakarta, 6 Juni 2026
📌 Lokasi:Pulle TMII
📸 Dokumentasi: Link Dokumentasi (klik di sini)
Jakarta – Masa pensiun seringkali diidamkan sebagai masa tenang setelah puluhan tahun mengabdi. Namun, transisi dari masa dinas aktif ke masa purnatugas (pensiun) membutuhkan persiapan finansial yang matang agar kemandirian tetap terjaga. Membahas urgensi tersebut, acara Finansialku x Pandusakti 97 mengangkat tema inspiratif bertajuk “From Uniform to Freedom: Menyiapkan Masa Pensiun yang Bermartabat”.
Dalam sesi ini, Melvin Mumpuni, Founder Finansialku dan perencana keuangan, membedah realitas masa pensiun di Indonesia serta membagikan langkah strategis agar para purnawirawan dan pekerja tidak menjadi beban bagi keluarga di hari tua.
Realita Mengejutkan: Banyak Pekerja Belum Siap Pensiun
Melvin membuka pemaparannya dengan menyajikan data dari berbagai survei yang menunjukkan bahwa kesiapan pensiun masyarakat Indonesia masih sangat rendah.
-
Berdasarkan survei dari HSBC dan OJK (2017), hanya sekitar 9% hingga 13% pekerja sektor formal yang benar-benar siap secara finansial untuk menghadapi masa pensiun.
-
Lebih mengkhawatirkan lagi, survei dari Asian Development Bank (ADB) pada 2024 mencatat bahwa sekitar 50% lansia di Indonesia terpaksa bergantung hidup sepenuhnya dari kiriman uang anak atau keluarga lainnya.
Angka-angka ini menjadi peringatan keras bahwa masa pensiun yang tidak direncanakan dapat berdampak fatal terhadap kelangsungan hidup di hari tua.
Bahaya Melahirkan “Generasi Sandwich Baru”
Dampak dari ketidaksiapan finansial tersebut tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, melainkan langsung berimbas kepada anak-anak kita. Melvin menegaskan sebuah konsep penting mengenai Generasi Sandwich Baru.

Jika kita tidak secara serius menyiapkan dana pensiun dari sekarang, maka yang terjadi adalah kita sedang mewariskan beban finansial tersebut kepada anak-anak kita. Nantinya, anak Anda yang akan terjepit menjadi sandwich generation—mereka harus bersusah payah membiayai kehidupan keluarga kecil mereka (termasuk cucu Anda), sekaligus membiayai kehidupan Anda sebagai orang tuanya. Mempersiapkan pensiun sejatinya adalah bentuk cinta kasih agar anak cucu kita tidak terbebani di masa depan.
3 Sumber Pemasukan Ideal Saat Pensiun
Untuk mencapai masa freedom yang sesungguhnya dan tidak bergantung pada anak, kita harus merancang arus kas atau sumber pemasukan di masa pensiun. Melvin menjabarkan tiga jenis pemasukan yang bisa dibangun:
-
Penghasilan Aktif (Active Income): Tetap produktif dengan memiliki atau menjalankan bisnis maupun usaha kecil-kecilan setelah pensiun dari pekerjaan utama.
-
Penghasilan Investasi (Investment Income): Membuat uang bekerja untuk Anda melalui instrumen investasi di pasar modal, seperti mendapatkan imbal hasil dari reksa dana, obligasi, atau dividen saham.
-
Penghasilan Pasif (Passive Income): Membuat aset yang bekerja untuk Anda, misalnya mendapatkan uang sewa rutin dari properti, rumah kos, atau royalti karya.
Menutup sesinya dengan sangat aplikatif, Melvin memberikan studi kasus konkret terkait alokasi dana pensiun dan memandu peserta melalui langkah-langkah strategis untuk mulai mengeksekusi persiapan pensiun mereka hari ini, agar kelak dapat menikmati masa tua yang mandiri dan bermartabat.