Project Description

Community Event Finansialku x Amartha STRATEGI 

Strategi Navigasi Keuangan Di Tengah Volatilitas Global

🗓️ Tanggal: Sabtu, 23 Mei 2026 

📌 Lokasi: Cascade Kofy, Jakarta

Jakarta – Dunia saat ini tengah menghadapi apa yang sering disebut oleh para ekonom sebagai ‘The Perfect Storm‘. Kombinasi antara tensi geopolitik yang tidak menentu, disrupsi rantai pasok global yang belum sepenuhnya pulih, serta kebijakan moneter ketat dari bank-bank sentral dunia telah menciptakan gelombang inflasi yang signifikan.

Di Indonesia, dampak ini sangat nyata terasa pada kenaikan harga kebutuhan pokok, energi, dan biaya hidup sehari-hari. Fenomena ini menciptakan paradoks yang mengkhawatirkan: di satu sisi masyarakat berupaya keras meningkatkan pendapatan, namun di sisi lain, nilai riil dari pendapatan tersebut terus tergerus oleh daya beli yang melemah.

 

Menyikapi urgensi tersebut, Finansialku berkolaborasi dengan Amartha menyelenggarakan sebuah forum edukasi eksklusif bertajuk JANGAN IKUT TENGGELAM: STRATEGI INVESTASI SAAT MARKET KACAU DAN BIAYA HIDUP NAIK. Community event yang dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Cascade Kofy ini bukan sekadar seminar finansial biasa, melainkan sebuah respons strategis terhadap kondisi keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Melalui pendekatan yang mendalam dan analitis, acara ini bertujuan untuk membekali para profesional dan karyawan level manajerial dengan instrumen pemikiran yang tepat untuk menjaga ketahanan finansial mereka.

Suasana di Cascade Kofy pagi itu terasa sangat hangat namun profesional. Dengan format ‘intimate session’, acara ini sengaja dirancang terbatas untuk 30 hingga 35 peserta guna memastikan setiap individu mendapatkan ruang diskusi yang berkualitas.

Strategi Investasi Saat Market Kacau dan Biaya Hidup Naik 02

 

Sesi diskusi dibuka oleh Melvin Mumpuni, Founder dan Perencana Keuangan dari Finansialku. Dengan gaya penyampaian yang tajam namun empatik, Melvin memulai dengan membedah realita ekonomi makro yang seringkali terasa jauh namun berdampak langsung pada isi dompet masyarakat.

Ia menekankan bahwa mengandalkan tabungan konvensional di era inflasi tinggi adalah sebuah kekeliruan strategis. Secara matematis, nilai riil uang yang hanya berdiam di rekening tabungan akan terus menyusut. Tanpa adanya strategi pemupukan aset yang agresif namun terukur, individu berisiko kehilangan peluang pertumbuhan kekayaan jangka panjang.

Melvin juga berbagi pengalaman personal yang sangat menyentuh mengenai kunjungannya ke lapangan untuk bertemu langsung dengan para pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu tangguh yang mendapatkan pendanaan melalui platform Amartha. Cerita ini menjadi titik balik dalam diskusi tersebut; investasi bukan lagi sekadar angka di atas kertas atau grafik di aplikasi, melainkan sebuah dukungan nyata terhadap produktivitas ekonomi nasional. Melvin menegaskan bahwa dalam kondisi pasar yang sedang bergejolak (market chaos), aset yang berbasis pada sektor riil dan produktif seringkali menawarkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan instrumen spekulatif lainnya.

Lebih lanjut, Melvin menguraikan kerangka kerja (framework) dalam mengelola arus kas (cash flow) agar tetap sehat. Ia memberikan panduan tentang bagaimana mentransformasi pendapatan bulanan (gaji) menjadi aset produktif melalui prinsip diversifikasi yang disiplin, mencakup emas, obligasi, hingga saham. Pesan utamanya sangat jelas: ketahanan finansial tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui mindset yang tepat dan keputusan investasi yang diambil secara sadar berdasarkan profil risiko masing-masing.

 

Strategi Investasi Saat Market Kacau dan Biaya Hidup Naik 01

 

Narasumber kedua, fokus beralih pada aspek teknis dan manajemen risiko yang dibawakan oleh Abdurrahman Maulana Arijanto, selaku Head of Corporate Finance dari Amartha. Dalam presentasinya yang sarat dengan data korporasi, Pak Arman—begitu ia akrab disapa—menjelaskan bagaimana Amartha mengelola risiko di tengah guncangan ekonomi.

Sebagai platform fintech yang fokus pada impact investing, Amartha memiliki tanggung jawab ganda: memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi pendana sekaligus menjaga kelangsungan usaha para mitra UMKM di pedesaan.

Pak Arman membedah secara transparan mengenai model bisnis dan skema pendanaan di Amartha. Beliau menekankan pada sistem skor kredit (credit scoring) berbasis teknologi yang mereka gunakan untuk memitigasi risiko gagal bayar. Di mata seorang profesional keuangan korporat, manajemen risiko adalah jantung dari setiap keputusan investasi. Beliau meyakinkan peserta bahwa investasi berbasis dampak (impact investing) di sektor UMKM bukan hanya tentang filantropi, melainkan sebuah strategi portofolio yang cerdas karena sektor ini terbukti memiliki daya tahan (resilience) yang luar biasa terhadap gejolak pasar modal global.

 

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama sesi penyampaian materi berlangsung.  Sebagai penutup, acara ‘Jangan Ikut Tenggelam’ berhasil memberikan perspektif baru bagi para audiens. Di tengah badai ekonomi, strategi terbaik bukanlah berdiam diri menunggu badai berlalu, melainkan belajar bagaimana cara mengemudikan kapal keuangan kita dengan kompas yang tepat

Jika Anda ingin mengundang Melvin sebagai narasumber, silakan hubungi nomor PIC kami (Indra, Whatsapp: +62 851-5897-1311 )