Project Description
Talk Show Digital Financial Literacy IAKD 2026
OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Kripto dan Tokenisasi Aset, Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo
🗓️ Tanggal: Senin, 11 Mei 2026
📌 Lokasi: Surakarta – Jawa Tengah
Surakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kuliah umum Digital Financial Literacy (DFL) bertajuk “Financial Glow Up: Kenalan Kripto, Tokenisasi, dan Masa Depan Investasi Digital“. Acara ini diselenggarakan pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.
Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum ini bertujuan untuk membangun fondasi literasi keuangan digital yang kuat, khususnya dalam menghadapi pesatnya tren investasi aset digital seperti kripto dan tokenisasi.
Pertumbuhan Kripto dan Kesenjangan Literasi di Indonesia
Perkembangan aset kripto di Indonesia menunjukkan lonjakan yang sangat masif, di mana mayoritas investornya didominasi oleh generasi muda (Gen Z). Namun, tingginya inklusi keuangan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi yang memadai.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menekankan bahwa literasi adalah fondasi krusial di tengah pesatnya tokenisasi aset yang membuat investasi makin terjangkau. Senada dengan hal tersebut, Kepala OJK Solo, Muhammad Mufid, mengingatkan generasi muda untuk selalu berpegang pada prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum berinvestasi.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, juga menyoroti banyaknya anak muda yang terjebak penipuan dan investasi ilegal karena sekadar ikut-ikutan tren media sosial tanpa kemampuan manajemen risiko yang baik.

Melalui kegiatan DFL yang melibatkan sinergi pentahelix (regulator, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas) ini, OJK dan UNS berharap generasi muda dapat bertransformasi dari sekadar pengguna layanan digital menjadi agen perubahan yang cerdas secara finansial. Literasi yang tangguh akan melahirkan ekosistem keuangan digital yang sehat, aman, dan berkelanjutan di masa depan.
Strategi Cerdas Mengelola Portofolio Investasi ala Melvin Mumpuni
Sesi talkshow dari Melvin Mumpuni. Ia memberikan panduan praktis namun mendalam mengenai cara membangun portofolio investasi yang sehat dan tahan banting, khususnya bagi generasi muda yang rentan terhadap tren sesaat.

Berikut adalah elaborasi strategi perencanaan keuangan dari Melvin:
Hindari Jebakan FOMO dan Mental Cepat Kaya: Keputusan investasi di aset berisiko tinggi seperti cryptocurrency tidak boleh dilandasi oleh Fear Of Missing Out (FOMO) atau sekadar ikut-ikutan. Mentalitas “ingin cepat kaya” justru sangat berbahaya karena mendorong investor mengambil risiko yang tidak perlu dan tidak terukur. Keputusan investasi harus selalu rasional dan berbasis literasi.
Analogi Skuad Sepak Bola dalam Alokasi Aset: Membangun portofolio investasi sama seperti meracik formasi tim sepak bola yang solid. Harus ada keseimbangan antara pemain penyerang, gelandang (pemain tengah), dan kiper (bertahan).
Posisi Kripto sebagai “Penyerang”: Aset kripto berfungsi sebagai striker atau penyerang yang bertugas mencetak gol (capital gain). Namun, sesuai riset dari CFA Institute, porsi kripto sebaiknya dibatasi maksimal 5% dari total portofolio. Terlalu banyak penyerang tanpa pertahanan akan menghancurkan keseluruhan tim.
Keseimbangan dalam Segala Kondisi Ekonomi: Formasi investasi tidak boleh statis. Saat ekonomi sedang lesu, investor tetap membutuhkan penyerang (capital gain) untuk melawan inflasi. Sebaliknya, di saat ekonomi sedang meroket, pertahanan (likuiditas dan cash flow) harus tetap disiapkan untuk menjaga stabilitas finansial.
Tujuh Pilar Penentuan Alokasi Aset: Sebelum menempatkan dana, investor wajib menganalisis tujuh faktor utama: ekspektasi imbal hasil (return), toleransi risiko (risk), jangka waktu investasi (time horizon), kemudahan dicairkan (liquidity), keabsahan produk (legal), beban pajak (tax), serta kondisi spesifik atau kebutuhan darurat investor (under circumstances).
Investasi di Awal, Bukan dari Sisa : Kesalahan terbesar generasi muda adalah berinvestasi menggunakan “uang sisa” di akhir bulan. Praktik yang benar adalah langsung menyisihkan dana untuk investasi di awal sesaat setelah menerima penghasilan (pay yourself first).
Otomatisasi Portofolio Anda: Untuk menjaga konsistensi, manfaatkan fitur auto-invest (investasi otomatis) yang banyak tersedia di berbagai platform digital saat ini. Otomatisasi ini membantu membentuk disiplin yang kuat tanpa harus melawan godaan emosional untuk berbelanja.
Jika Anda ingin mengundang Melvin sebagai narasumber, silakan hubungi nomor PIC kami (Indra, Whatsapp: +62 851-5897-1311 )
📰Rilis Media:
- OJK. 11 Mei 2026. Siaran Pers: OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Kripto dan Tokenisasi Aset, Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo. OJK.go.id
- UNS. 11 Mei 2026. UNS dan OJK Gelar Literasi Keuangan Digital, Mahasiswa Diajak Bijak Berinvestasi. UNS.ac.id
- Alqodri Ryan Assydiqi, Agoes Yoega. 11 Mei 2026. OJK Solo Ingatkan Mahasiswa UNS Waspada Penipuan Investasi Digital. RRI.co.id