Investasi saham value investing menawarkan strategi ampuh untuk melipatgandakan kekayaan dengan berburu saham berfundamental kuat yang harganya sedang terdiskon di tengah kepanikan pasar. Bagaimana strateginya? 

Berikut ini diskusi saya, dengan Rachelle Viensisca (podcaster) di podcast Ajaib.


Dapat ditonton atau didengarkan di:

Tonton di Youtube
Dengarkan di Spotify
Dengarkan di Apple Podcast

📝 Poin Penting: Investasi Saham Value Investing 2026

Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai investasi saham value investing 2026:

Dalam memilih saham value investing, tiga hal utama yang wajib diperiksa adalah:

  • keunggulan kompetitif perusahaan (economic moat),
  • valuasi harga yang terdiskon (undervalue),
  • prospek pertumbuhan bisnis ke depan.

 

Sebaliknya, indikator utama (red flag) untuk segera keluar dari suatu saham adalah buruknya Good Corporate Governance (GCG), rusaknya fundamental bisnis atau aksi jual oleh pemegang saham mayoritas.

Istilah menangkap pisau jatuh memiliki arti berbeda bagi trader dan investor.

  • Bagi seorang trader, disiplin cut loss adalah keharusan ketika harga jatuh agar modal tidak terkikis.
  • Bagi seorang value investor, penurunan harga pada perusahaan yang fundamental dan manajemennya tetap bagus justru merupakan peluang (opportunity) emas untuk membeli saham berkualitas di harga diskon.

Saya mengibaratkan penyusunan portofolio investasi seperti membentuk tim sepak bola.

Dalam portofolio, terdapat:

  • kiper (aset likuid/dana darurat),
  • penyerang (saham atau kripto untuk capital gain),
  • dan pemain tengah (instrumen pemicu cashflow seperti saham dividen atau kupon obligasi).

 

Ia mengingatkan agar investor tidak menaruh 100% dana pada penyerang saja (seperti memasang 11 pemain Ronaldo) maupun kiper saja, serta wajib selalu menyisakan porsi kas (cash) yang cukup.

Banyak anak muda atau pemula berada di tahap income statement minded, di mana fokus utamanya hanya seputar cara menambah pemasukan dan menekan pengeluaran harian.

Seiring bertambahnya kematangan finansial, fokus tersebut bergeser menjadi balance sheet minded, yaitu berpikir tentang aset apa yang bisa dibeli agar dapat menghasilkan arus kas baru dan menumbuhkan kekayaan (wealth) jangka panjang.

Value investor memang tidak bertransaksi setiap hari, tetapi mereka tetap wajib memperbarui informasi dan memantau perkembangan perusahaan.

Belajar dari Warren Buffett: sekelas investor legendaris Warren Buffett pun setiap hari masih rajin membaca koran dan buku untuk terus memperbarui pengetahuannya serta memantau perkembangan bisnis aset yang dibelinya.


💬 Statement Penting 

Berikut ini pernyataan penting terkait Investasi Saham Value Investing:

Gua enggak setuju sama orang yang bilang gini ya beli tinggal tidur. Sekelas Warren Buffet aja tiap hari baca koran loh, beliau tetap nyari informasi kan.

Pernyataan Saya mengenai “Gua enggak setuju sama orang yang bilang gini ya beli tinggal tidur. Sekelas Warren Buffet aja tiap hari baca koran loh, beliau tetap nyari informasi kan.” menjelaskan mengenai perilaku investor value investing:

 

🔵 Value Investing Bukan Berarti Pasif Total

Banyak orang salah kaprah menganggap bahwa investor jangka panjang tidak perlu memantau sahamnya sama sekali setelah membeli.

Padahal, seorang value investor tetap wajib mengikuti perkembangan berita, kondisi ekonomi, dan laporan perusahaan agar tidak buta, terhadap aset yang dimilikinya.

 
🔵 Belajar dari Warren Buffett
Saya mencontoh Warren Buffett, salah satu value investor paling sukses di dunia.
Buffett tidak sekadar diam setelah membeli saham, melainkan tetap membaca buku dan koran setiap hari untuk memperbarui pengetahuan serta mencari informasi terbaru terkait potensi maupun risiko bisnisnya.
 
 
🔵 Membedakan Transaksi Harian dan Mencari Informasi

Perbedaan utama antara trader dan value investor terletak pada tindakannya, bukan pencarian informasinya:

  • Trader: mencari informasi untuk melakukan jual-beli (trading) secara harian atau jangka pendek.
  • Value Investor: tidak harus berjual-beli setiap hari, tetapi tetap wajib memperbarui informasi agar selalu mengetahui kondisi dan perkembangan perusahaan.
 
🔵 Mengantisipasi Perubahan Fundamental (Red Flags)

Mencari informasi secara rutin sangat penting agar investor tahu jika terjadi perubahan fundamental pada perusahaan. Jika ada masalah besar (kasus tata kelola perusahaan yang buruk (GCG), skandal hukum atau pemegang saham mayoritas yang tiba-tiba melepas kepemilikannya), investor dapat mengetahuinya dengan cepat dan mengambil tindakan tegas (cut loss).

 

👨🏻Profil Rachelle Viensisca dan Podcast Ajaib

Rachelle Viensisca adalah seorang praktisi muda di bidang finansial dan investasi yang menjabat sebagai Head of Media di CAK Investment Club. Ia aktif membagikan edukasi seputar literasi keuangan dan pasar modal kepada generasi muda melalui berbagai konten edukatif dan siniar (podcast).

 

Investasi Saham Value Investing di Ajaib Podcast Melvin Mumpuni Rachelle Viensisca

Melvin Mumpuni (kiri) dan Rachelle Viensisca (kanan) di Podcast Ajaib


Ajaib Podcast adalah program bincang-bincang edukatif yang dihadirkan oleh platform aplikasi investasi Ajaib untuk membahas seputar literasi keuangan, pasar modal, dan aset kripto. Melalui program ini, Ajaib rutin menghadirkan pakar serta praktisi keuangan guna membagikan wawasan, strategi berinvestasi dan tips pengelolaan finansial yang ditujukan khusus bagi generasi muda maupun investor pemula.

✍🏻Catatan: