Investasi saham untuk pensiun sangat possible untuk dilakukan, tetapi tidak semua saham cocok untuk pensiun.

Bagaimana investasi saham untuk pensiun yang tepat?

Berikut ini diskusi saya, dengan Firman Marihot (podcaster) di podcast Transvision Official.


Dapat ditonton atau didengarkan di:

Tonton di Youtube
Dengarkan di Spotify
Dengarkan di Apple Podcast

📝 Poin Penting: Investasi Saham untuk Pensiun

Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai investasi saham untuk pensiun:

Di Indonesia terdapat lebih dari 10 perusahaan yang historisnya rutin membagikan dividen rata-rata 8% per tahun selama 14 hingga 16 tahun berturut-turut.

Dengan asumsi dividen 8% per tahun, modal awal investasi bisa balik dalam waktu sekitar 12,5 tahun.

Setelah modal kembali, seluruh pendapatan dividen maupun kenaikan harga saham di masa depan sudah menjadi keuntungan murni (totally profit).

Prinsip berhemat saja tidak akan membuat seseorang kaya atau bahagia karena ada batas maksimal dari uang yang bisa dihemat.

Bagi yang memiliki gaji pas-pasan atau menanggung beban generasi sandwich, strategi utama yang paling efektif adalah mencari penghasilan tambahan (side income) dan membangun bisnis yang dapat menghasilkan arus kas (cash flow).

Saat masih aktif bekerja, sumber penghasilan berasal dari gaji, bonus dan tunjangan.

Namun ketika memasuki masa pensiun atau purna tugas, sumber penghasilan harus bersumber dari hasil investasi.

Contoh: dividen saham, capital gain, sewa properti, bunga deposito, maupun bisnis franchise.

Selain langsung dibelanjakan atau diinvestasikan seluruhnya, menyisihkan sebagian uang dalam bentuk tunai (cash) sangat krusial.

Dalam siklus tahunan pasar modal, selalu ada momen ketika saham dari perusahaan-perusahaan bagus (seperti perbankan big four) harganya jatuh atau terdiskon murah, sehingga uang tunai tersebut siap digunakan untuk membeli (it’s time to buy).

Kesalahan umum orang banyak adalah menggunakan rumus Penghasilan – Pengeluaran = Tabungan, yang menyebabkan tabungan hampir tidak pernah tersisa.

Formula yang tepat untuk mempersiapkan masa depan adalah Penghasilan – Tabungan/Investasi = Belanja.

Uang disisihkan untuk investasi terlebih dahulu, baru sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.


💬 Statement Penting 

Berikut ini pernyataan penting terkait Investasi Saham untuk Pensiun:

Kenapa kalau bisa dari muda investasi atau mungkin juga bisa punya dividen dari saham kita kenapa nunggu tua? Kenapa nunggu pensiun, kenapa enggak dari muda aja?

Pernyataan Saya mengenai “Kenapa kalau bisa dari muda investasi atau mungkin juga bisa punya dividen dari saham kita kenapa nunggu tua? Kenapa nunggu pensiun, kenapa enggak dari muda aja?menjelaskan mengenai perilaku investor muda:

 

🔵 Membangun Passive Income Lebih Cepat

Anak muda tidak perlu menunggu sampai tua atau berhenti bekerja untuk menikmati arus kas dari dividen saham.

Jika investasi dimulai sejak usia produktif (seperti usia 30-an), kebebasan finansial dan penghasilan pasif sudah bisa dinikmati lebih awal.

 

🔵 Memanfaatkan Waktu untuk Balik Modal

Di pasar modal Indonesia, terdapat saham-saham perusahaan bagus yang secara historis rutin membagikan dividen rata-rata 8% per tahun selama 14 hingga 16 tahun berturut-turut.

Dengan imbal hasil dividen 8% per tahun, modal awal investasi diperkirakan balik modal dalam waktu sekitar 12,5 tahun.

 

🔵 Mencapai Keuntungan Murni (Totally Profit) Sebelum Tua

Dengan memulai lebih awal, ketika seseorang masih berada di usia produktif, investasi sahamnya sudah mencapai titik balik modal.

Setelah modal kembali, seluruh pembayaran dividen maupun potensi kenaikan harga saham (capital gain) di masa depan sudah menjadi keuntungan murni (totally profit), sehingga masa pensiun nantinya sudah sangat aman secara finansial.

👨🏻Profil Firman Marihot dan Transvision Official

Firman Marihot adalah seorang pakar perencana keuangan tersertifikasi (CFP®) sekaligus pendiri platform Fitstock AI, yang juga  menjabat sebagai Chief Digital Officer di InvestasiKu. Beliau aktif mengedukasi masyarakat mengenai investasi saham dan pengelolaan finansial dengan kerap menjadi narasumber di berbagai program digital dan podcast, seperti detikSore dan Tolak Miskin.

 

Investasi Saham untuk Pensiun

Melvin Mumpuni (kiri) dan Firman Marihot (kanan) di Podcast Transvision Official


Transvision Official Podcast adalah rangkaian program podcast, yang diproduksi dan ditayangkan melalui kanal YouTube resmi milik penyedia layanan TV berlangganan Transvision. Rangkaian program ini menyajikan berbagai segmen acara dengan topik yang beragam, seperti obrolan komedi kasual dalam, hingga bincang-bincang seputar gaya hidup, bisnis, dan misteri.

✍🏻Catatan: