Flexing di media sosial kini bukan sekadar tren pamer gaya hidup, melainkan fenomena berburu social currency yang kerap memaksa seseorang menghamburkan uang demi mendapat pengakuan semu dari orang lain.
Apakah semua kemewahan di layar ponsel tersebut benar-benar menandakan kekayaan asli atau justru menyimpan fakta mengejutkan tentang modal utang yang sengaja disembunyikan di balik kamera?
Berikut ini diskusi saya, dengan Indina Andamari (CMO Kredivo, sekaligus interviewer) di podcast Kredicast.
Dapat ditonton atau didengarkan di:
📝 Poin Penting: Flexing di Media Sosial
Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai flexing di media sosial:
💬 Statement Penting
Berikut ini pernyataan penting terkait Flexing di Media Sosial:
Pernyataan Saya mengenai “Banyak orang itu pengen kelihatan keren, kelihatan hebat, spending uang yang belum punya juga untuk kelihatan hebat itu, terus untuk membahagiakan orang-orang yang sebenarnya dia enggak suka juga” menjelaskan mengenai perilaku orang yang suka flexing di media sosial:
🔵 Dorongan Untuk Mendapatkan Social Currency
Banyak orang terdorong untuk selalu terlihat sukses, keren, dan kaya di media sosial demi mendapatkan pengakuan atau status sosial (social currency) di mata publik.
🔵 Memaksakan Kondisi Finansial (Spending Uang yang Belum Punya)
Demi membiayai gaya hidup mewah dan pencitraan tersebut, seseorang rela memaksakan diri menghabiskan uang di luar batas kemampuannya, bahkan menggunakan dana yang belum benar-benar mereka miliki (seperti mengandalkan utang atau pinjaman).
🔵 Hanya Demi Pengakuan Orang Lain
Pengeluaran uang tersebut dilakukan bukan demi kepuasan atau kebutuhan pribadi yang riil, melainkan hanya untuk membuat terkesan atau menyenangkan orang lain, termasuk orang-orang yang sebenarnya tidak mereka sukai atau tidak memiliki hubungan berarti dengan mereka.
🔵 Pentingnya Kembali pada Tujuan Kebahagiaan Personal
Saya mengingatkan agar setiap orang kembali mengklarifikasi apa yang benar-benar membuat dirinya bahagia secara nyata (seperti kualitas waktu bersama keluarga, membeli rumah, atau menikmati hobi), ketimbang terjebak membuang uang hanya demi ajang pamer.
👩🏻Profil Indina Andamari dan Kredivo
Indina Andamari adalah seorang eksekutif di bidang pemasaran yang menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) atau Head of Marketing sekaligus tergabung dalam Founding Team di perusahaan teknologi finansial Kredivo. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Dyson School of Design Engineering, serta aktif mengedukasi masyarakat tentang layanan kredit digital guna mendorong inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.

Indina Andamari, CMO Kredivo di Podcast Kredicast
Kredicast adalah program podcast resmi yang dihadirkan oleh perusahaan layanan kredit digital Kredivo sebagai wadah edukasi dan literasi keuangan untuk masyarakat, khususnya generasi muda.
Program ini menyajikan obrolan santai namun informatif bersama berbagai narasumber, mulai dari pakar keuangan, praktisi bisnis, hingga figur publik. Kredicast membahas topik seputar pengelolaan keuangan pribadi, tips berinvestasi, mindful spending, serta panduan menggunakan fasilitas kredit digital secara cerdas dan bijak.
Catatan:
- Untuk undang Melvin Mumpuni ke podcast atau acara Anda silakan hubungi kami.
- Ringkasan podcast lainnya dapat dibaca di sini.