Flexing di media sosial kini bukan sekadar tren pamer gaya hidup, melainkan fenomena berburu social currency yang kerap memaksa seseorang menghamburkan uang demi mendapat pengakuan semu dari orang lain. 

Apakah semua kemewahan di layar ponsel tersebut benar-benar menandakan kekayaan asli atau justru menyimpan fakta mengejutkan tentang modal utang yang sengaja disembunyikan di balik kamera?

Berikut ini diskusi saya, dengan Indina Andamari  (CMO Kredivo, sekaligus interviewer) di podcast Kredicast.


Dapat ditonton atau didengarkan di:

Tonton di Youtube
Dengarkan di Spotify
Dengarkan di Apple Podcast

📝 Poin Penting: Flexing di Media Sosial

Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai flexing di media sosial:

Fenomena pamer di media sosial sering kali dipicu oleh keinginan mendapatkan social currency agar terlihat keren dan kaya di mata publik, atau bahkan sengaja dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran untuk menarik pembeli dalam bisnis tertentu.

Aksi memperlihatkan kekayaan secara berlebihan dapat memperlebar jarak antara kelompok mampu dan kurang mampu, yang berisiko memicu kecemburuan serta konflik sosial yang lebih besar di tengah masyarakat.

Pandangan antara generasi terdahulu dan Gen Z berbeda karena faktor momentum (seperti tren investasi kripto/pasar modal saat pandemi) serta dukungan teknologi (seperti AI dan media sosial) yang membuat proses kerja dan pencapaian terasa jauh lebih cepat.

Menghamburkan uang untuk barang hobi atau gaya hidup dianggap wajar selama kebutuhan utama (seperti rumah, dana darurat, pendidikan anak dan asuransi kesehatan) sudah terpenuhi dan diimbangi dengan kerja keras yang setara.

Daripada terpaku pada aturan penghematan yang kaku (seperti rumus 50/30/20), pendekatan yang lebih realistis adalah menentukan target gaya hidup yang diinginkan terlebih dahulu, lalu memanfaatkan media sosial dan teknologi untuk menciptakan sumber penghasilan tambahan.

💬 Statement Penting 

Berikut ini pernyataan penting terkait Flexing di Media Sosial:

Banyak orang itu pengen kelihatan keren, kelihatan hebat, spending uang yang belum punya juga untuk kelihatan hebat itu, terus untuk membahagiakan orang-orang yang sebenarnya dia enggak suka juga.

Pernyataan Saya mengenai “Banyak orang itu pengen kelihatan keren, kelihatan hebat, spending uang yang belum punya juga untuk kelihatan hebat itu, terus untuk membahagiakan orang-orang yang sebenarnya dia enggak suka jugamenjelaskan mengenai perilaku orang yang suka flexing di media sosial:

 

🔵 Dorongan Untuk Mendapatkan Social Currency

Banyak orang terdorong untuk selalu terlihat sukses, keren, dan kaya di media sosial demi mendapatkan pengakuan atau status sosial (social currency) di mata publik.

 

🔵 Memaksakan Kondisi Finansial (Spending Uang yang Belum Punya)

Demi membiayai gaya hidup mewah dan pencitraan tersebut, seseorang rela memaksakan diri menghabiskan uang di luar batas kemampuannya, bahkan menggunakan dana yang belum benar-benar mereka miliki (seperti mengandalkan utang atau pinjaman).

 

🔵 Hanya Demi Pengakuan Orang Lain

Pengeluaran uang tersebut dilakukan bukan demi kepuasan atau kebutuhan pribadi yang riil, melainkan hanya untuk membuat terkesan atau menyenangkan orang lain, termasuk orang-orang yang sebenarnya tidak mereka sukai atau tidak memiliki hubungan berarti dengan mereka.

 

🔵 Pentingnya Kembali pada Tujuan Kebahagiaan Personal 

Saya mengingatkan agar setiap orang kembali mengklarifikasi apa yang benar-benar membuat dirinya bahagia secara nyata (seperti kualitas waktu bersama keluarga, membeli rumah, atau menikmati hobi), ketimbang terjebak membuang uang hanya demi ajang pamer.

👩🏻Profil Indina Andamari dan Kredivo

Indina Andamari adalah seorang eksekutif di bidang pemasaran yang menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) atau Head of Marketing sekaligus tergabung dalam Founding Team di perusahaan teknologi finansial Kredivo. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Dyson School of Design Engineering, serta aktif mengedukasi masyarakat tentang layanan kredit digital guna mendorong inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.

 

Suka Flexing di Media Sosial, Beneran Banyak Duit Melvin Mumpuni Indina Andamari Kredivo Kredicast Podcast

Indina Andamari, CMO Kredivo di Podcast Kredicast


Kredicast adalah program podcast resmi yang dihadirkan oleh perusahaan layanan kredit digital Kredivo sebagai wadah edukasi dan literasi keuangan untuk masyarakat, khususnya generasi muda.

Program ini menyajikan obrolan santai namun informatif bersama berbagai narasumber, mulai dari pakar keuangan, praktisi bisnis, hingga figur publik. Kredicast membahas topik seputar pengelolaan keuangan pribadi, tips berinvestasi, mindful spending, serta panduan menggunakan fasilitas kredit digital secara cerdas dan bijak.

✍🏻Catatan: