Cara mengatur prioritas keuangan yang efektif tidak selalu membutuhkan perhitungan persentase yang rumit. Ada cara mengatur prioritas keuangan yang lebih praktikal, dijamin setiap bulan masih bisa menabung (atau investasi) dan masih bisa menikmati hidup.
Berikut ini diskusi saya, dengan Erwin Parengkuan (podcaster) di podcast Katatalkinc.
Dapat ditonton atau didengarkan di:
📝 Poin Penting: Cara Mengatur Prioritas Keuangan
Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai cara mengatur prioritas keuangan:
💬 Statement Penting
Berikut ini pernyataan penting terkait Cara Mengatur Prioritas Keuangan:
Pernyataan Saya mengenai “Gua enggak pakai persentase-persentase rumit, kalau gua pakainya cuman gini: prioritas. Prioritas artinya yang urgent – yang lu rasa penting duluin. Kalau lu merasa menabung itu penting, ya itu duluin.” menjelaskan cara mengatur prioritas keuangan:
🔵 Menolak Perhitungan Persentase yang Kaku
Banyak perencana keuangan / influencer keuanganmenyarankan rumus persentase yang rumit (misalnya 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, 20% untuk tabungan). Menurut saya, pendekatan ini sering kali tidak praktis bagi semua orang.
Saya lebih menekankan pada prinsip sederhana: dahulukan apa yang dianggap paling penting dan mendesak (urgent).
🔵 Mengubah Doktrin Sisanya Ditabung
Kebanyakan orang menaruh kegiatan menabung atau berinvestasi di urutan paling akhir karena terbiasa dengan doktrin masa kecil sisanya ditabung.
Akibatnya, uang habis untuk pengeluaran dan tidak pernah ada sisanya.
Maksud saya adalah jika Anda menganggap menabung atau dana darurat itu penting untuk masa depan, maka alokasikan uang tersebut di awal saat gajian, bukan menunggu sisa di akhir bulan.
🔵 Penerapan Praktis dalam Game Plan
Berdasarkan prinsip prioritas ini, saya menyusun urutan pengelolaan uangnya sendiri:
- Utamakan di Awal: Berbagi/donasi (sebagai bentuk syukur), lalu dana darurat/tabungan.
- Tahap Berikutnya: Jika dana darurat sudah cukup, switch porsinya ke investasi.
- Tahap Perlindungan & Kewajiban: Membayar premi asuransi dan cicilan.
- Paling Akhir: Sisanya baru digunakan untuk biaya hidup dan lifestyle.
Singkatnya, saya ingin menegaskan bahwa masalah utama keuangan adalah soal menetapkan prioritas di awal.
Jika suatu alokasi dianggap penting, alokasi tersebut harus langsung diambil di depan begitu penghasilan diterima.
👨🏻Profil Erwin Parengkuan dan Podcast Katatalkinc
Erwin Parengkuan adalah seorang presenter televisi, penyiar radio, dan pakar komunikasi ternama di Indonesia. Ia juga dikenal luas sebagai pendiri sekolah komunikasi TALKINC dan penulis berbagai buku mengenai keterampilan public speaking serta pengembangan diri.

Melvin Mumpuni (kiri) dan Erwin Parengkuan (kanan) di Podcast Katatalkinc
Podcast Kata TALKINC adalah program podcast dari institusi komunikasi TALKINC yang berfokus mengupas berbagai topik seputar public speaking, komunikasi efektif, dan pengembangan diri.
Catatan:
- Untuk undang Melvin Mumpuni ke podcast atau acara Anda silakan hubungi kami.
- Ringkasan podcast lainnya dapat dibaca di sini.
