Cara mengatur prioritas keuangan yang efektif tidak selalu membutuhkan perhitungan persentase yang rumit. Ada cara mengatur prioritas keuangan yang lebih praktikal, dijamin setiap bulan masih bisa menabung (atau investasi) dan masih bisa menikmati hidup. 

Berikut ini diskusi saya, dengan Erwin Parengkuan (podcaster) di podcast Katatalkinc.


Dapat ditonton atau didengarkan di:

Tonton di Youtube
Dengarkan di Spotify
Dengarkan di Apple Podcast

📝 Poin Penting: Cara Mengatur Prioritas Keuangan

Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai cara mengatur prioritas keuangan:

Alih-alih menyisakan uang di akhir bulan, pengelolaan keuangan yang sehat dilakukan dengan membalik alokasi sejak awal.

Urutan prioritasnya dimulai dari menyisihkan untuk berbagi/donasi sebagai bentuk rasa syukur, mengisi dana darurat, beralih ke investasi, membayar proteksi/asuransi, membayar cicilan dan sisanya baru digunakan untuk biaya hidup.

Budgeting and Smart Spending - Ubah Prioritas dan Anggaran Keuangan - Finansialku Melvin Mumpuni

Kebiasaan menabung di akhir bulan merupakan dampak dari doktrin masa kecil yang selalu mengajarkan sisanya ditabung.

Karena selalu menempatkan tabungan dari uang sisa, pada akhirnya tidak ada uang yang tersisa untuk ditabung.

Narasi ini perlu diubah menjadi simpan/alokasikan dulu di awal, baru sisanya dibelanjakan.

Kondisi finansial mayoritas orang Indonesia diibaratkan seperti meja kafe bulat yang hanya ditopang satu kaki, yaitu gaji.

Jika satu kaki tersebut bermasalah, seluruh beban di atasnya akan roboh.

Saya menyarankan untuk membangun hingga empat kaki meja (seperti bisnis sampingan, investasi, atau waralaba) agar beban pengeluaran jauh lebih stabil.

Perencanaan keuangan dibangun mirip seperti struktur rumah, di mana bagian terpenting adalah pondasi keamanan keuangan.

Pondasi ini harus diselesaikan terlebih dahulu, mencakup:

  • arus kas positif (penghasilan > pengeluaran),
  • dana darurat ideal (6–12 kali pengeluaran bulanan),
  • cicilan yang terkontrol,
  • proteksi asuransi (sebelum melangkah ke tahap investasi atau pembagian warisan).

Saya membeberkan pola perilaku keuangan yang umum terjadi:  semakin besar penghasilan seseorang, pengeluaran dan cicilannya justru makin besar, sementara porsi tabungan dan investasinya semakin sedikit. 

Hal ini dipicu oleh gaya hidup (lifestyle) dan keinginan (desire) yang tidak terkontrol, seperti kebiasaan first jobber yang langsung mengambil cicilan barang konsumtif dan pola mengatur keuangan yang berantakan.


💬 Statement Penting 

Berikut ini pernyataan penting terkait Cara Mengatur Prioritas Keuangan:

Gua enggak pakai persentase-persentase rumit, kalau gua pakainya cuman gini: prioritas. Priorit artinya yang urgent – yang lu rasa penting duluin. Kalau lu merasa menabung itu penting, ya itu duluin.

Pernyataan Saya mengenai “Gua enggak pakai persentase-persentase rumit, kalau gua pakainya cuman gini: prioritas. Prioritas artinya yang urgent – yang lu rasa penting duluin. Kalau lu merasa menabung itu penting, ya itu duluin.menjelaskan cara mengatur prioritas keuangan:

 

🔵 Menolak Perhitungan Persentase yang Kaku

 Banyak perencana keuangan / influencer keuanganmenyarankan rumus persentase yang rumit (misalnya 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, 20% untuk tabungan). Menurut saya, pendekatan ini sering kali tidak praktis bagi semua orang.

Saya lebih menekankan pada prinsip sederhana: dahulukan apa yang dianggap paling penting dan mendesak (urgent).

 

🔵 Mengubah Doktrin Sisanya Ditabung

Kebanyakan orang menaruh kegiatan menabung atau berinvestasi di urutan paling akhir karena terbiasa dengan doktrin masa kecil sisanya ditabung.

Akibatnya, uang habis untuk pengeluaran dan tidak pernah ada sisanya.

Maksud saya adalah jika Anda menganggap menabung atau dana darurat itu penting untuk masa depan, maka alokasikan uang tersebut di awal saat gajian, bukan menunggu sisa di akhir bulan.

 

🔵 Penerapan Praktis dalam Game Plan

 Berdasarkan prinsip prioritas ini, saya menyusun urutan pengelolaan uangnya sendiri:

  • Utamakan di Awal: Berbagi/donasi (sebagai bentuk syukur), lalu dana darurat/tabungan.
  • Tahap Berikutnya: Jika dana darurat sudah cukup, switch porsinya ke investasi.
  • Tahap Perlindungan & Kewajiban: Membayar premi asuransi dan cicilan.
  • Paling Akhir: Sisanya baru digunakan untuk biaya hidup dan lifestyle.

 

Singkatnya, saya ingin menegaskan bahwa masalah utama keuangan adalah soal menetapkan prioritas di awal.

Jika suatu alokasi dianggap penting, alokasi tersebut harus langsung diambil di depan begitu penghasilan diterima.

👨🏻Profil Erwin Parengkuan dan Podcast Katatalkinc

Erwin Parengkuan adalah seorang presenter televisi, penyiar radio, dan pakar komunikasi ternama di Indonesia. Ia juga dikenal luas sebagai pendiri sekolah komunikasi TALKINC dan penulis berbagai buku mengenai keterampilan public speaking serta pengembangan diri.

 

Cara Mengatur Prioritas Keuangan di Katatalkinc Podcast Erwin Parengkuan

Melvin Mumpuni (kiri) dan Erwin Parengkuan (kanan) di Podcast Katatalkinc


Podcast Kata TALKINC adalah program podcast dari institusi komunikasi TALKINC yang berfokus mengupas berbagai topik seputar public speaking, komunikasi efektif, dan pengembangan diri. 

✍🏻Catatan: