Investasi: Untold Risk and Return

Saya pernah membahas penjelasan mengenai risk dan return dalam video:

 

Saya punya dua koin mata uang, yang satu  Rp 1.000 dan satunya lagi Rp 500

Masing-masing koin memiliki dua sisi, yaitu sisi depan dan sisi belakang.

Literasi Keuangan - Investasi 2 Mata Koin - Melvin Mumpuni

Investasi 2 Mata Koin

 

Jika saya coba lempar kedua koin tersebut secara bersamaan, ada berapa kemungkinan terjadi?

Coba pikirkan dulu jawabannya 😀

 

Yes betul, jawabannya adalah 4 peluang kejadian, yaitu:

Literasi Keuangan - 4 Peluang Kejadian - Melvin Mumpuni

Literasi Keuangan – 4 Peluang Kejadian

 

Apa hubungannya dengan investasi?

  • Mari kita analogikan uang Rp 1.000 adalah return dan uang Rp 500 adalah risk.
  • Bagian depan artinya tinggi. Jadi Rp 1.000 depan artinya return tinggi.
  • Bagian belakang artinya rendah. Jadi Rp 1.000 belakang artinya return rendah.

 

Ada berapa peluang kejadiannya?

Yup seharusnya ada 4 yaitu:

  1. High Risk High Return –> pada umumnya begini.
  2. High Risk Low Return –> tidak ada yang mau, kecuali investor bodoh atau kena tipu investasi bodong.
  3. Low Risk High Return –> ini yang orang cari
  4. Low Risk Low Retun –> pada umumnya begini.

 

Saya ingin membahas bagian yang tidak umum yaitu High Risk Low Return dan Low Risk Low Return.

 

High Risk Low Return

Kamu pasti bertanya: Vin, apakah ada orang sebodoh itu yang memilih investasi dengan high risk low return?

Jawabannya ada dan banyak sekali lho.

 

Mau bukti?

Korban Investasi Bodong di Indonesia Mencapai Rp 88T dan Terus Meningkat - Melvin Mumpuni

Korban Investasi Bodong di Indonesia Mencapai Rp 88T dan Terus Meningkat

 

Tuh banyak kan, orang-orang yang kena investasi bodong 🙁

 

Low Risk High Return

Bagaimana dengan investasi yang low risk high return?

Oke banyak orang berpikir investasi atau investment is about WHAT.

Menurut saya investment is about WHO and HOW.

 

Contoh:

Jika berbicara mengenai investasi sebagai kendaraan kita ibaratkan sebuah sepeda motor.

Sepeda motor buat teman-teman Sobat Finansialku, yang sudah usia 17 tahun ke atas, berangkat kerja setiap hari naik sepeda motor tidak ada masalah.

Lain cerita buat anak-anak usia 15 – 16 tahun yang masih belajar mengendarai sepeda motor dan ingin kelihatan keren di atas sepeda motor.

 

Begitu juga dengan produk investasi, misal saham.

Buat seorang amatir, investasi saham bisa jadi sebagai judi atau tebak-tebakan apakah harga akan naik, tetap atau turun.

Buat seorang professional, misal professional value investor saham bisa mendapat keuntungan di atas 100% (disebut Multi Bagger). 

 

Kamu bisa dengerin dari Spotify: http://bit.ly/MultiBagger

 

Apa yang ingin saya sampaikan?

Intinya, investasi adalah kendaraan Kamu untuk mewujudkan tujuan keuangan.

Pelajari dulu cara mengendarai atau menggunakan investasinya. 

 

Penjelasan lebih detail, dapat Kamu baca di artikel:  Kolektor (Bukannya Investor) Produk Keuangan.

 

Jika berbicara mengenai bagaimana cara memilih produk investasi yang tepat, maka kita bicara dua hal: Tujuan keuangan dan Kendaraannya.

Yuk kita bahas dulu, apa tujuan keuangan Kamu di Halaman 6.