Project Description
Finansialku Seminar Keuangan
Seminar Edukasi Keuangan: LITTLE SAVER, BIG DREAMS
🗓️ Tanggal: Jakarta, 8 Juni 2026
📌 Lokasi: Sekolah Noah
📸 Dokumentasi: Link Dokumentasi (klik di sini)
Jakarta – Mengajarkan literasi keuangan tidak harus menunggu hingga anak dewasa. Semakin cepat anak-anak mengenal konsep uang, menabung, dan berbagi, semakin kuat fondasi finansial mereka di masa depan. Semangat inilah yang diusung dalam seminar edukasi keuangan bertajuk “LITTLE SAVER, BIG DREAMS” yang diselenggarakan di Sekolah Noah, Jakarta, pada tanggal 8 Juni 2026.
Acara yang diikuti oleh antusiasme luar biasa dari siswa-siswi kelas 1 hingga 6 SD ini menghadirkan perencana keuangan Melvin Mumpuni. Disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif, acara ini mengajak anak-anak memahami konsep uang melalui imajinasi dan kehidupan sehari-hari mereka.
Kebutuhan vs Keinginan: Godaan Jajanan dan Mainan di Mal 👦🏻👧🏻
Sesi dibuka dengan sebuah pertanyaan interaktif: “Siapa yang kalau ke mal bareng Ayah dan Ibu, tiba-tiba lihat mainan atau jajanan lucu, rasanya ingin langsung dibeli?” Banyak tangan kecil langsung terangkat mengundang gelak tawa.
Melalui analogi sederhana ini, Pak Melvin mengajarkan cara termudah membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal-hal yang membuat kita bisa hidup sehat dan sekolah dengan baik (seperti makanan bergizi dan seragam), sedangkan keinginan hanyalah hal-hal yang membuat kita senang sesaat (seperti mainan baru atau jajan berlebih).
Mengelola Uang Saku dan Uang Hadiah dengan Bijak
Mendapat uang saku harian atau uang hadiah (seperti angpao dan uang ulang tahun) adalah momen paling membahagiakan bagi anak-anak. Namun, seringkali uang tersebut langsung habis di hari yang sama.
Pak Melvin memberikan tips praktis saat menerima uang:
-
Uang Saku: Jangan dihabiskan semuanya di kantin. Sisihkan sebagian di awal hari ke dalam dompet kecil atau celengan sebelum digunakan untuk jajan.
-
Uang Hadiah: Uang dalam jumlah besar ini adalah “harta karun”. Sebaiknya uang hadiah dinikmati sebagian kecil saja untuk kepuasan diri, sementara sebagian besarnya ditabung untuk masa depan atau untuk membeli sesuatu yang jauh lebih besar dan bermanfaat nantinya.
Little Saver, Big Dreams: Menghubungkan Tabungan dengan Cita-Cita
Banyak anak yang dengan bangga menyebutkan cita-citanya ingin menjadi dokter, guru, polisi, pilot, hingga pengusaha. Pak Melvin menjelaskan bahwa untuk mencapai sekolah kedokteran atau sekolah penerbangan yang hebat, dibutuhkan biaya dan persiapan.
Meskipun saat ini nominal yang dimasukkan ke dalam celengan jumlahnya kecil, kebiasaan menabung itulah yang menjadi langkah awal mewujudkan mimpi. Disinilah anak-anak diajarkan seni bersabar. Mereka dilatih untuk menunda kesenangan kecil hari ini (menahan godaan jajan), demi mendapatkan kebahagiaan dan manfaat yang jauh lebih besar di kemudian hari.
Membentuk Karakter Hebat Melalui Uang
Lebih dari sekadar melihat uang di celengan bertambah banyak, belajar mengelola keuangan sejak usia SD ternyata membentuk karakter yang luar biasa.
Dalam penutupnya yang inspiratif, Pak Melvin menyampaikan sebuah pesan mendalam. Anak-anak yang rajin menabung adalah anak-anak yang hebat karena mereka sedang melatih diri menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan sabar. Karakter-karakter inilah yang kelak akan membuat mereka sukses meraih cita-cita dan tentu saja membuat bangga orang tua di rumah.