Project Description

Seminar Employee Financial Wellness

Smart Income, Great Future: Cara Mengelola Keuangan dan Merencanakan Masa Depan

🗓️ Tanggal: 18 Juni 2026 

📌 Lokasi: Webinar – Zoom

📸 Dokumentasi: Link Dokumentasi (klik di sini)

 

Daring – Kesejahteraan karyawan atau employee wellness tidak hanya sebatas kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mencakup kesehatan finansial. Sebagai bentuk kepedulian terhadap hal tersebut, kolaborasi Finansialku, BNI, dan PLN Nusantara Power sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Smart Income, Great Future: Cara Mengelola Keuangan dan Merencanakan Masa Depan” pada 18 Juni 2026.

Webinar ini menghadirkan perencana keuangan tersertifikasi sekaligus Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, yang membagikan wawasan mendalam mengenai cara membangun fondasi keuangan yang kokoh hingga strategi merencanakan investasi yang terarah.

 

5 Fondasi Keuangan Sebelum Berinvestasi 

Melvin membuka sesinya dengan menekankan bahwa sebelum seseorang melangkah ke dunia investasi, hal pertama yang wajib dibereskan adalah fondasi finansial dasar. Mengingat kondisi ekonomi yang sangat dinamis, Melvin merumuskan lima pilar utama yang wajib dimiliki oleh setiap individu:

Piramida Perencanaan Keuangan Finansialku Keamanan Keuangan, Kenyamanan Keuangan, Distribusi Kekayaan

Mengingat kondisi ekonomi yang dinamis, Melvin merumuskan lima pilar utama yang wajib dimiliki:

  1. Pemasukan Lebih Besar dari Pengeluaran: Pastikan arus kas positif dan usahakan memiliki lebih dari satu sumber pemasukan.

  2. Dana Darurat Ideal: Siapkan dana darurat sebesar 6 hingga 12 kali pengeluaran bulanan rutin.

  3. Batas Aman Utang: Jaga rasio cicilan maksimal di angka 35% dari total penghasilan.

  4. Rasio Kekayaan: Pastikan jumlah aset selalu lebih besar daripada nominal utang yang dimiliki.

  5. Miliki Proteksi: Lindungi diri dan aset dengan asuransi (kesehatan dan jiwa) sebagai jaring pengaman finansial.

 

Pentingnya Perencanaan Investasi (Bukan Sekadar FOMO)

Dalam berinvestasi, banyak orang yang terjebak pada kesalahan umum: hanya melihat potensi keuntungan (return). Bahkan, tak jarang keputusan membeli suatu produk investasi didasari semata-mata karena rekomendasi teman atau Fear of Missing Out (FOMO).

Melvin meluruskan pandangan ini dengan menjelaskan bahwa perencanaan keuangan sejatinya adalah kendaraan untuk mewujudkan tujuan keuangan spesifik, seperti mempersiapkan dana pendidikan anak atau dana pensiun.

Finansialku x BNI x PLN Nusantara Power Employee Wellness - Contoh Strategi Investasi

Oleh karena itu, pemilihan produk investasi tidak boleh sembarangan dan harus selalu disesuaikan dengan berbagai kondisi, antara lain:

  1. Return: Ekspektasi imbal hasil.

  2. Risk: Tingkat risiko atau toleransi kerugian.

  3. Periode Investasi: Jangka waktu (pendek, menengah, panjang).

  4. Likuiditas: Seberapa mudah aset tersebut dicairkan menjadi uang tunai.

  5. Pajak & Legalitas: Memastikan produk tersebut legal dan memahami beban pajaknya.

  6. Konsiderasi Tertentu: Penyesuaian khusus, seperti preferensi investasi Syariah atau ESG.

 

4 Kunci Sukses Berinvestasi

Sebagai penutup, Melvin menyampaikan sebuah prinsip penting: investasi yang berhasil bukanlah investasi yang sekadar dibeli dan ditinggalkan. Investasi yang sukses adalah investasi yang dikelola dengan baik secara menyeluruh. Proses ini mencakup perencanaan yang matang, eksekusi yang disiplin, monitoring (pemantauan), serta review (evaluasi) secara berkala untuk memastikan portofolio tetap sejalan dengan tujuan keuangan.

 

Jika Anda ingin mengundang Melvin sebagai narasumber, silakan hubungi nomor PIC (Indra, Whatsapp: +62 851-5897-1311 )

Jika Anda ingin mengundang Melvin sebagai narasumber, silakan hubungi nomor PIC (Indra, Whatsapp: +62 851-5897-1311 )