Manajer investasi ternyata tidak bekerja menekan tombol jual-beli saham seharian seperti yang sering dibayangkan masyarakat awam. Di balik ruangan khusus ada aturan ketat yang jarang tersingkap publik, terdapat rahasia riset mendalam serta strategi pengelolaan yang membuat uang kita bertumbuh. Seperti apa dapur sebuah perusahaan manajer investasi?

Berikut ini diskusi saya dengan Pak Eri Kusnadi (Direktur Batavia Prosperindo Asset Management) di podcast Fintalk Finansialku Talk.


Dapat ditonton atau didengarkan di:

Tonton di Youtube
Dengarkan di Spotify
Dengarkan di Apple Podcast

📝 Poin Penting: Manajer Investasi

Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai manajer investasi:

Melihat langsung suasana kantor Manajer Investasi (MI) yang ternyata seperti kantor kerja normal, bukan seperti di film-film.

Bagian yang paling unik adalah adanya aturan regulasi (compliance) yang mewajibkan ruangan dealer terisolasi dan dipisah dari tim lain.

Aturan ini dibuat secara hukum agar antar-divisi tidak bisa dengan mudah berkolusi atau melakukan tindakan curang (bad intention).

Beda dengan persepsi awam bahwa fund manager bekerja menekan tombol beli/jual seharian (tak-tuk-tak-tek) seperti investor ritel, alur kerja mereka justru mirip kebiasaan Warren Buffett.

Sekitar 80% waktu tim investasi dihabiskan untuk membaca laporan riset fundamental, memverifikasi data ke perusahaan sekuritas, hingga melakukan office visit langsung ke manajemen emiten.

Pak Eri mengungkapkan kelucuan psikologis investor ritel yang mengalami anchor bias: terjebak ekspektasi return tinggi puluhan persen seperti kondisi masa lalu, padahal seiring mematangnya ekonomi, angka return pasti akan membumi (normalize).

Investor juga sering kejar-kejaran dengan pasar: FOMO membeli saat harga berada di puncak (all-time high), lalu panik menjual rugi saat pasar turun.

Untuk memastikan kinerja reksadana tidak hancur saat seorang Portfolio Manager (PM) kawakan pensiun atau mengundurkan diri, Batavia menerapkan filosofi tim kolektif dan wajib menyiagakan second PIC.

Risiko kepemilikan saham juga dibatasi secara ketat menggunakan sistem parameter harian seperti batas atas/bawah alokasi (active weight) per saham maupun sektor.

Di tahun 2026, instrumen pasar uang dan obligasi diproyeksikan cenderung stabil karena siklus penurunan suku bunga sudah berada di penghujung.

Pasar saham (equity) memiliki ruang pertumbuhan melalui potensi pemulihan laba perusahaan (earning upside).

Kunci utamanya adalah tetap disiplin pada rencana keuangan pribadi, daripada tergiur imbal hasil instan.


💬 Statement Penting 

Berikut ini pernyataan penting dari Bu Harumi terkait impact investing:

Di reksadana itu sebenarnya pengelolaan investasinya pasif terhadap investor. Yang aktif manajer investasinya, investornya pasif.

Pernyataan Pak Eri mengenai “Di reksadana itu sebenarnya pengelolaan investasinya pasif terhadap investor. Yang aktif manajer investasinya, investornya pasif” maksudnya:

 

🔵 Investor Bersikap Pasif (Hands-off)

Investor tidak perlu mengelola portofolio secara aktif, memantau pergerakan pasar setiap detik, atau melakukan transaksi jual-beli saham/obligasi sendiri. Investor hanya menempatkan dana mereka, sehingga mereka bisa tetap fokus menjalankan pekerjaan, profesi atau bisnis utamanya sehari-hari tanpa terganggu urusan teknis pasar modal.

 

🔵 Solusi Keterbatasan Investor

Skema ini menjadi solusi ideal bagi masyarakat umum yang tidak memiliki waktu, tidak punya akses ke data/informasi mendalam atau belum memiliki keahlian teknis untuk menganalisis instrumen investasi secara mandiri.

 

🔵 Manajer Investasi yang Bekerja Aktif

Pihak yang bekerja aktif di belakang layar adalah Manajer Investasi. Tim MI-lah yang setiap hari membaca laporan riset, menganalisis fundamental perusahaan, memantau kondisi makroekonomi, serta mengambil keputusan untuk menyesuaikan komposisi portofolio sesuai kebijakan dan mandat produk reksadana tersebut.

Singkatnya, reksadana memungkinkan investor untuk mengembangkan kekayaan secara pasif, sementara seluruh proses analisis dan eksekusi investasi yang rumit ditangani sepenuhnya oleh profesional yang aktif.

👨🏻Profil Eri Kusnadi dan Batavia Prosperindo Asset Management (BPAM)

Eri Kusnadi adalah seorang eksekutif keuangan yang menjabat sebagai Direktur di PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM). Dengan pengalaman belasan tahun di industri pengelolaan dana dan perbankan, ia bertanggung jawab dalam memimpin distribusi ritel reksa dana BPAM setelah sebelumnya membangun karier di divisi wealth management Bank OCBC NISP.


Manajer Investasi Batavia AM Fintalk Podcast

Melvin Mumpuni  (kiri) dan Eri Kusnadi  (kanan) di Podcast Fintalk


PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) adalah salah satu perusahaan manajer investasi terkemuka di Indonesia yang telah beroperasi dan mengelola dana masyarakat sejak tahun 1996. Perusahaan ini menyediakan berbagai solusi investasi komprehensif, seperti produk reksa dana dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), yang dirancang untuk membantu nasabah individu maupun institusi dalam mencapai tujuan finansial mereka.

🎙️Fintalk – Finansialku Talk Podcast

Fintalk (Finansialku Talk) adalah podcast dari platform perencanaan keuangan Finansialku yang fokus membahas berbagai topik seputar literasi finansial, investasi dan manajemen uang. Podcast ini dirancang untuk memberikan edukasi serta wawasan praktis guna membantu masyarakat Indonesia mengelola keuangan mereka secara lebih bijak dan mencapai tujuan finansialnya.


✍🏻Catatan: