Project Description
Media Gathering Ovo Fintalk
Managing Money in the Cashless Era🫰🏻
Mindful Spending: Belanja Rasional, Tanpa Menyesal
🗓️ Tanggal: Jakarta, 17 Juni 2026
📌 Lokasi:Dailah Sajian Nusantara
📸 Dokumentasi: Link Dokumentasi (klik di sini)
Jakarta – Kemudahan bertransaksi di era digital seperti dua mata pisau. Di satu sisi memberikan kepraktisan luar biasa, namun di sisi lain seringkali membuat kita kehilangan kendali atas pengeluaran. Menjawab tantangan tersebut, OVO dan Finansialku berkolaborasi menyelenggarakan acara Media Gathering OVO Fintalk bertajuk “Managing Money in the Cashless Era: Mindful Spending, Belanja Rasional, Tanpa Menyesal”.
Acara yang digelar pada 17 Juni 2026 di Dailah Sajian Nusantara, Jakarta ini, mengupas tuntas fenomena psikologis di balik kebiasaan belanja modern serta membagikan langkah taktis agar tetap pegang kendali. Kolaborasi edukatif ini juga sempat menjadi sorotan media ekonomi, salah satunya diulas oleh SWA, sebagai langkah konkret memandu masyarakat mengelola keuangan di era non-tunai.
Mengapa Kita Lebih Mudah Mengeluarkan Uang di Era Cashless?
Pernahkah Anda merasa gaji bulan ini terasa sangat cepat habis padahal tidak membeli barang-barang mahal? Dalam sesinya, Melvin Mumpuni, Founder Finansialku, membedah tiga alasan utama mengapa uang lebih mudah “menguap” di era dompet digital:
-
Hilangnya “Pain of Paying” (Rasa Sakit Membayar): Transaksi digital yang sangat seamless (cukup dengan memindai kode QR atau satu klik) membuat uang menjadi “tidak terlihat”. Otak kita tidak lagi memproses rasa kehilangan secara fisik layaknya saat kita menyerahkan lembaran uang kertas. Ketiadaan rasa sakit (pain of paying) inilah yang membuat kita berbelanja dengan jauh lebih mudah tanpa beban.
-
Jebakan Psikologi Promo dan Cashback: Promo yang dirancang untuk menghemat uang justru sering menjadi bumerang. Tulisan diskon atau cashback memicu bias kognitif yang mendorong terjadinya impulse buying (belanja impulsif). Kita akhirnya membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan semata-mata karena “mumpung lagi promo”.
-
Pemetaan Kebocoran Halus (Gaji Numpang Lewat): Kombinasi kemudahan cashless dan jebakan promo menciptakan kebocoran dana secara halus. Nominalnya mungkin terlihat kecil: segelas kopi kekinian harian, tambahan ongkos kirim food delivery, atau biaya subscribe aplikasi yang jarang ditonton. Namun, secara akumulatif, pengeluaran kecil tak kasat mata ini sangat mematikan cash flow bulanan.
Strategi 3A: Tetap Pegang Kendali di Tengah Kemudahan Digital
Untuk menjinakkan kemudahan transaksi digital, Melvin membagikan kerangka praktis yang disebut Aturan 3A (Atur, Awasi, Aman):
-
ATUR Langkah pertama adalah memisahkan dengan tegas antara uang untuk kebutuhan pokok dan uang jajan. Agar pengeluaran e-wallet tidak kebablasan, terapkan sistem limit top-up mingguan. Selain itu, latih kebiasaan Mindful Spending dengan “Aturan 10 Detik”. Sebelum menekan tombol bayar, diam selama 10 detik dan tanyakan pada diri sendiri: “Apakah belanja ini untuk kebutuhan fungsional, atau sekadar ‘Lipstick Effect’ karena saya lagi stres, FOMO, dan ikut-ikutan tren?”
-
AWASI Jadikan pengecekan history transaksi sebagai rutinitas wajib, misalnya setiap Minggu malam. Jangan anggap history di aplikasi OVO atau mutasi rekening hanya sebagai deretan angka, melainkan sebagai rapor kebiasaan belanja Anda. Rapor ini akan menunjukkan di mana letak kebocoran keuangan Anda selama sepekan terakhir.
-
AMAN Kewaspadaan adalah kunci di era serba digital. Lindungi aset Anda dengan sangat berhati-hati terhadap keamanan transaksi. Jangan pernah membagikan kata sandi/PIN, waspadai kode pembayaran palsu, dan jangan sembarangan mengklik link penipuan (phishing) yang mengatasnamakan undian atau kurir paket.
Sebagai penutup, Melvin mengingatkan cara terbaik untuk survive di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini adalah dengan rutin melakukan cek kesehatan keuangan (financial check-up) dan terus menguatkan fondasi keuangan, seperti menyiapkan dana darurat yang ideal dan melunasi utang konsumtif.
📰 Liputan Media
- Grab Press Release. 25 Juni 2026. Awas Jebakan “Gaji Numpang Lewat”, OVO dan Finansialku Ungkap Jurus Anti-Boncos di Era Cashless. Grab.com
- Renny Arfiani. 18 Juni 2026. Ovo dan Finansialku Memandu Masyarakat Kelola Keuangan di Era Non Tunai. SWA.co.id
- Kiki Safitri, Andika Aditia Tim Redaksi. 17 Juni 2026. Atasi Jebakan “Gaji Numpang Lewat”, Jurus Anti-Boncos di Era Cashless. Money.Kompas.com
- Dythia Novianty. Transaksi Digital Makin Mudah, OVO Ingatkan Bahaya Pengeluaran Kecil yang Diam-Diam Menguras Gaji. Swara.com
- Yulian Saputra. 17 Juni 2026. Financial Planner Ungkap 2 Alasan Masyarakat Indonesia Masih Enggan Pakai Asuransi. Infobanknews.com
- Rahayu Subekti. 17 Juni 2026. Jajanan Pentol hingga Es Krim Dominasi Transaksi OVO, Kalahkan Belanja Online. Katadata.co.id
- Azka Elfriza, Annisa Nurfitri. 18 Juni 2026. Transaksi OVO Naik 77%, QRIS Jadi Penopang Utama. WartaEkonomi.co.id
- Redaksi VOI. 28 Juni 2026. Cashless Sudah Jadi Gaya Hidup, Ini Tips agar Tak Kebablasan Belanja. VOI.co.id