Jika Anda mencari  Jasa Financial Check Up atau Cek Kesehatan Keuangan, sekarang ini sudah ada Jasa Financial Check Up Online. Prosesnya dapat dilakukan secara online. Setelah melakukan financial check up,  Anda dapat mengetahui kondisi keuangan secara akurat (apakah sehat atau sekarat).

Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

Mengapa Cek Kesehatan Keuangan Penting?

Banyak orang terjebak dalam “Halusinasi Finansial“, mereka merasa aman hanya karena angka di slip gaji terlihat besar atau masih bisa membayar cicilan kartu kredit tepat waktu. Namun, faktanya:

Memiliki penghasilan atau gaji besar tidak sama dengan Keuangannya Sehat.

Tanpa melakukan cek kesehatan keuangan, ibarat seseorang yang tinggal di rumah mewah tapi pondasinya dimakan rayap. Dari luar terlihat megah dan kokoh, tapi di dalamnya keropos. Berikut ini salah satu case yang pernah saya tangani saat sesi konsultasi perencanaan keuangan:

Ada seseorang (sebut saja Pak Ramli) berpenghasilan Rp 40 juta per bulan. Sayangnya gaji numpang lewat dan tidak memiliki dana darurat yang cukup. Suatu ketika Pak Ramli terkena PHK (kehilangan pekerjaan / penghasilannya). Tabungan dia hanya cukup bertahan hidup 2,5 bulan. Bagaimana orang tersebut bisa membiayai kebutuhan keluarganya? 

 

Tidak Pernah Cek Kesehatan Keuangan Berdampak Buruk Pada Keuangan Masa Depan Melvin Mumpuni

 

Secara kasat mata, bisa jadi seseorang terlihat sukses, tapi secara rasio keuangan, orang tersebut sedang sekarat. Tanpa cek kesehatan keuangan, Anda tidak akan pernah tahu ke mana uang itu pergi. Lebih parahnya Anda kehilangan waktu dan kesempatan untuk menyiapkan masa depan.

Ostrich Effect dalam Keuangan

Sebenarnya banyak orang yang merasakan gejala keuangan yang tidak sehat, namun tetap cuek karena takut menghadapi kenyataan. Mirip seperti orang yang merasa sakit tetapi tidak berani ke dokter dan check ke laboratorium, karena takut ketahuan penyakitnya parah.

Ostrich Effect Tidak Berani Cek Kesehatan Keuangan Menghindari Masalah Keuangan

 

Dalam ilmu psikologi dikenal dengan Ostrich Effect (yang menanam kepala di pasir)1)

Ostrich effect (efek burung unta) adalah bias kognitif di mana seseorang sengaja menghindari informasi negatif atau tidak menyenangkan (terutama terkait keuangan, kesehatan, atau pekerjaan) dengan harapan masalah tersebut hilang sendiri.

 

Beberapa contoh gejala keuangan yang kurang sehat:

  1. Gaji Besar tetapi Kerja untuk BERTAHAN HIDUP. Disetiap sesi training keuangan, saya selalu mendengar Semakin besar penghasilan, semakin besar pengeluaran dan cicilan. Serta tabungan dan investasi malah tetap (atau malah berkurang). Apa dampaknya? Anda bekerja keras hanya untuk memperkaya orang lain dan bertahan hidup, sementara kekayaan Anda  tidak bertumbuh

  2. Kelihatan Kaya di Tabungan, Tapi Miskin di Masa Depan. Salah satu jebakan bagi mereka yang merasa “aman” karena rajin menabung dan deposito, tapi takut investasi. Membiarkan uang Rp 1 Miliar mengendap di tabungan biasa dengan bunga hampir 1% – 3% (setelah pajak) adalah cara tercepat untuk membiarkan inflasi merampok kekayaan Anda. 

  3. Hidup yang Tersandera Utang,  Anda merasa baik-baik saja dengan cicilan mobil mewah dan KPR rumah besar. Jika rasio cicilan Anda sudah menembus >35% dari penghasilan,  maka ibarat telur diujung tanduk. Seperti kasus-kasus yang saya hadapi saat Pandemic Covid 19. Ketika penghasilan tergganggu (PHK atau bisnis turun), seluruh gaya hidup akan turun karena penghasilan habis untuk bayar cicilan.

  4. Masa Depan Anak & Pensiun yang Tergadai. Ini kondisi yang paling menyakitkan (buat klien dan saya sebagai perencana keuangan). Ketika saya mengisi training masa persiapan pensiun banyak orang usia 50 an baru mulai cek kesehatan keuangan. Ternyata kondisinya tidak sehat dan tidak siap pensiun. Sebagian uang pensiunnya dipakai untuk melunasi utang dan mereka TERPAKSA KERJA demi BERTAHAN HIDUP dan butuh bantuan anaknya (menciptakan generasi sandwich yang baru). 

  5. Dan masih banyak masalah keuangan lain, akibat seseorang menunda mengecek kesehatan keuangan. 

 

Ketakutan Anda saat ingin melakukan Financial Check Up sebenarnya jauh lebih menyiksa daripada melihat angka aslinya. Dengan berani melakukan cek kesehatan keuangan, Anda berhenti menjadi korban keadaan dan mulai menjadi nahkoda bagi masa depan Anda sendiri.

Mengetahui keuangan Anda sedang “sehat” atau “sekarathari ini jauh lebih baik daripada baru mengetahuinya saat semua sudah terlambat, tidak punya waktu dan kesempatan untuk mengubahnya.

Setuju🤔? 

 

Apa Itu Financial Check Up?

Financial check up (cek kesehatan keuangan) sederhananya adalah potret 📸 atau snapshot kondisi keuangan seseorang pada titik waktu tertentu.

Contoh hasil Financial Check Up dengan menggunakan Aplikasi Financial Check Up di Finansialku.com.

Hasil Financial Check Up - Aplikasi Financial Check Up Finansialku

 

Hasil akhir dari proses ini bukanlah sekadar angka, melainkan sebuah diagnosis. Diagnosis inilah yang akan menentukan apakah Anda sudah siap untuk mulai berinvestasi (indikator speedometer bewarna Oranye, Hijau atau Biru) atau justru fokus membereskan pondasi keuangan –  cash flow, utang konsumtif atau dana darurat (indikator speedometer bewarana Merah).

Indikator Speedometer di Aplikasi Financial Check Up Premium Finansialku

Animasi Speedometer Aplikasi Financial Check Up Finansialku

 

Beberapa keuntungan setelah Anda melakukan Financial Check Up:

  1. Anda tidak perlu khawatir lagi, karena Anda benar-benar memahami kondisi keuangan secara obyektif.
  2. Anda tahu apa yang harus dilakukan berikutnya, apakah menyehatkan keuangan atau mengembangkan dengan investasi
  3. Data hasil financial check up dapat mendukung perencanaan masa depan. Contoh sebelum menikah Anda dan pasangan dapat saling mengetahui kondisi keuangan pasangan, sebelum mengajukan kredit besar (misal KPR), menyiapkan pensiun untuk masa depan. 

 

Apa saja rasio keuangan dan bagaimana cara menghitung rasio keuangan?

 

10 Rasio Keuangan saat Cek Kesehatan Keuangan

Berikut ini 10 rasio keuangan yang digunakan untuk Financial Check Up 3), 4), 5):

  1. Income Ratio, menggambarkan apakah pemasukan lebih besar dari pengeluaran?
  2. Saving Ratio, menggambarkan berapa banyak penghasilan yang dapat diinvestasikan atau ditabung setiap bulannya?
  3. Liquidity Ratio, menggambarkan apakah tabungan cukup untuk bertahan hidup?
  4. Passive Income Ratio, menggambarkan proporsi pendapatan pasif dibandingkan dengan pengeluaran.  
  5. Debt Service Ratio, menggambarkan berapa persen dari penghasilan yang digunakan untuk membayar cicilan?
  6. Net Worth, menggambarkan berapa selisih antara aset dan utang?
  7. Debt to Asset Ratio, menggambarkan berapa proporsi utang dibandingkan aset?
  8. Liquid Assets to Net Worth Ratio, menggambarkan apakah kekayaan bersih Anda terlalu likuid (tidak bekerja maksimal)?
  9. Investments to Net Worth Ratio, menggambarkan apakah kekayaan bersih Anda bekerja maksimal dengan investasi?
  10. Solvability Ratio, menggambarkan apakah aset dapat melunasi seluruh utang?

 

Berikut ini penjelasan mengenai definisi, angka ideal dan rumus untuk menghitung 10 rasio keuangan yang saya gunakan dalam financial check up:

Rasio keuangan yang membandingkan antara pemasuka dengan pengeluaran.

Jika Anda memiliki masalah dengan income ratio, berarti Anda memiliki masalah arus kas yang harus segera di perbaiki.

Idealnya pemasukan > pengeluaran

Rumus:

Income Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio tabungan yang membandingkan antara porsi tabungan dan investasi dengan total income.

Idealnya saving ratio ≥ 20% pemasukan.

Rumus:

Saving Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio likuiditas atau disebut juga dengan dana darurat, yang fungsinya untuk memenuhi kebutuhan yang genting (urgent) dan penting (important).

Idealnya liquidity ratio 6 – 12x pengeluaran bulanan.

Rumus:

Liquidity Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio pendapatan pasif, membandingkan penghasilan pasif dengan total penghasilan.

Idealnya passive income ratio ≥ 20% pemasukan.

Rumus:

Passive Income Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio kemampuan melunasi utang menggambarkan proporsi penghasilan bulanan yang digunakan untuk membayar cicilan.

Idealnya passive debt service ratio ≤ 35% pemasukan.

Rumus:

Debt Service Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Kekayaan bersih menggambarkan berapa selisih antara aset dan utang.

Idealnya kekayaan bersih > 0 dan terus bertumbuh.

Rumus:

Net Worth, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio utang terhadap aset menggambarkan proporsi utang dibandingkan aset.

Idealnya debt to asset ratio < 50% pemasukan.

Rumus:

Debt to Asset Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio aset likuid terhadap kekayaan bersih, menggambarkan proporsi aset likuid terhadap nilai kekayaan bersih. Semakin banyak aset likuid, berarti uang Anda bertumbuh lambat.

Idealnya liquid asset to net worth ratio ≤ 15%.

Rumus:

Liquid Assets to Net Worth Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio investasi terhadap kekayaan bersih menggambarkan proporsi investasi terhadap nilai kekayaan bersih. Semakin banyak aset investasi, berarti uang Anda bertumbuh cepat.

Idealnya investments asset to net worth ratio ≥ 50%.

Rumus:

Investments Assets to Net Worth Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

Rasio solvabilitas menggambarkan apakah semua aset dapat melunasi seluruh utang. Cara menghitungnya dengan membandingkan kekayaan bersih dengan total aset.

Idealnya solvability ratio ≥ 50%.

Rumus:

Solvability Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

Setelah Anda mengetahui 10 rasio keuangan di atas, maka pertanyaan selanjutnya mau audit mandiri atau menggunakan jasa Financial Check Up Online?

 

Audit Mandiri vs Menggunakan Jasa Financial Check Up Online

Sejujurnya Anda memiliki dua pilihan: melakukannya sendiri secara manual (bisa pakai Microsoft Excel atau Google Spreadsheet) atau menggunakan Jasa Financial Check Up.

Fitur / Aspek Audit Manual Jasa Financial Check Up Online
Kecepatan  Butuh waktu berjam-jam Hasil instan dalam hitungan menit
Akurasi  Risiko tinggi terjadi human error & salah rumus  Presisi tinggi dengan standar algoritma CFP
Kemudahan Harus paham rumus & logika keuangan Tinggal input angka, sistem yang bekerja
Objektivitas Sering terjadi bias Penilaian objektif
Interpretasi Hanya tumpukan data (bingung bacanya) ndikator visual jelas (Sehat vs Sekarat)
Biaya Gratis Aplikasi Financial Check Up Finansialku Gratis

 

Pro and Cons Audit Keuangan Mandiri

Audit mandiri seringkali dimulai dengan semangat tinggi di depan layar Excel, namun berakhir menjadi “labirin rumus” yang membingungkan. Kelemahannya bukan hanya pada risiko kesalahan input atau rumus yang error, melainkan pada bias subjektivitas.

Manusia cenderung melakukan pembenaran atas pengeluarannya sendiri. Tanpa sadar, Anda mungkin mempercantik angka agar terlihat aman, padahal secara rasio sedang menuju lampu merah.

Selain memakan waktu berjam-jam yang seharusnya bisa Anda gunakan untuk hal lainnya, audit manual seringkali tidak memberikan kesimpulan. Anda hanya punya tumpukan data tanpa tahu apa langkah perbaikan yang harus diambil.

 

Pro and Cons Jasa Financial Check Up Online

Di sinilah Jasa Financial Check Up Online mengambil peran sebagai “asisten ahli” yang lebih berpengalaman. Berbeda dengan cara manual, sistem otomatis bekerja dengan standar algoritma yang objektif dan instan.

 

Anda tidak perlu lagi pusing menghitung rasio likuiditas atau solvabilitas satu per satu; sistem akan langsung menyajikan hasil diagnosis yang akurat dan mudah dipahami dalam hitungan menit.

Keunggulan utamanya bukan sekadar pada kecepatan, melainkan pada kejelasan (clarity). Hasil yang keluar bukan hanya angka mentah, tapi sebuah gambaran besar yang menunjukkan letak masalah keuangan Anda dan solusi (next action plan). Contoh hasil Financial Check Up:

 

Aplikasi Financial Check Up Premium Finansialku Dana Darurat

Keterangan gambar: rasio tabungan minimal 20% penghasilan (asumsi pendapatan Rp 40 juta/bulan). Saat ini tabungan masih Rp 6 juta per bulan (15% penghasilan), seharusnya angka idealnya adalah Rp 8 juta per bulan (20% penghasilan). Action plannya adalah tambah porsi tabungan dan investasi sebesar Rp 2 juta/bulan.

 

Menggunakan jasa online adalah investasi waktu yang cerdas, karena Anda berhenti berkutat dengan teknis yang melelahkan dan mulai fokus pada pengambilan keputusan strategis.

Tidak ada biaya yang harus dibayarkan jika Anda menggunakan Aplikasi Financial Check Up Finansialku. Setelah Anda mendapatkan hasil financial check up, Anda masih memiliki 2 pilihan kok:

  1. Buat sendiri next step atau action plan, dengan panduan kursus financial planning murah, kurang lebih Rp 350.000.
  2. Butuh jasa perencana keuangan atau konsultasi perencana keuangan CFP harganya Rp 1.500.000 sampai Rp 2.000.000 per 2 jam. 

 

Setelah membaca artikel ini sampai selesai, apakah Anda sudah siap untuk Cek Kesehatan Keuangan? Silakan coba gunakan Aplikasi Financial Check Up Finansialku (GRATIS).  

Jika Anda butuh bantuan, maka saya siap membantu melalui video tutorial.

Harganya GRATIS, cukup traktis satu gelas kopi saja ☕.

 

Sumber referensi:

  1. Arna Olafsson, Michaela Pagel. 5 Maret 2025. The Ostrich in Us: Selective Attention to Personal Finances. direct.mit.edu 
  2. Mahdi. 25 Mei 2023. Jangan Lupa Lakukan Financial Check-Up Demi Keuangan yang Sehat. djkn.kemenkeu.go.id
  3. Andre Mistoh Fauzi S.Sos. 30 Nov 2023. 9 Cara Cek Kesehatan Keuangan dengan Praktis, Wajib Coba! Finansialku.com
  4. Modul Certified Financial Planner (CFP®) yang dikeluarkan oleh Financial Planning Standard Board.
  5. Modul Financial Planning & Wealth Management Professional (FPWMP®) Certification yang dikeluarkan oleh Corporate Finance Institute.