Mengatur keuangan Gen Z di era modern saat ini menjadi sebuah tantangan besar akibat maraknya perilaku lifestyle inflation serta kemudahan akses teknologi keuangan seperti paylater yang kerap digunakan untuk pengeluaran mikro harian seperti membeli pulsa. Lalu bagaimana solusinya?
Berikut ini diskusi saya, dengan Coach Tom Mc Ifle (podcaster) di podcast Behind the Business.
Dapat ditonton atau didengarkan di:
📝 Poin Penting: Cara Mengatur Keuangan Gen Z
Berikut ini poin-poin penting dalam diskusi mengenai cara mengatur keuangan Gen Z:
💬 Statement Penting
Berikut ini pernyataan penting terkait Cara Mengatur Keuangan Gen Z:
Pernyataan Saya mengenai “Gen Z di Indonesia semakin besar penghasilannya, pengeluarannya makin besar, cicilannya makin besar dan tabungannya makin tipis” menjelaskan masalah besar dalam mengatur keuangan Gen Z.
🔵 Konsumsi Mengikuti Kenaikan Gaji
Ketika seseorang baru mulai bekerja (fresh graduate) dengan gaji UMR (misalnya Rp4,5 juta), mereka sering kali langsung berutang untuk membeli barang konsumtif demi penampilan atau konten media sosial, seperti membeli smartphone seharga motor.
Ketika penghasilannya sudah meningkat dari Rp 4,5 juta –> Rp 10 juta, cicilannya juga akan meningkat. Dari awalnya nyicil smartphone sekarang nyicil mobil dan seterusnya.
🔵 Upgrade Cicilan Seiring Naik Jabatan
Saat karier meningkat setelah 5 hingga 10 tahun dan penghasilan naik menjadi Rp10 juta hingga Rp20 juta, porsi cicilan mereka bukannya berkurang melainkan ikut naik (di-upgrade) untuk membeli mobil atau barang mainan lainnya.
Pola peningkatan cicilan ini terus berulang bahkan ketika mereka sudah mencapai posisi manajemen puncak atau direksi dengan gaji yang jauh lebih besar.
🔵 Habisnya Dana Pensiun untuk Bayar Utang
Karena terus-menerus meningkatkan standar cicilan seiring naiknya gaji, porsi tabungan mereka tetap sangat tipis.
Ketika tiba waktunya pensiun di usia 56 tahun, uang dana pensiun yang mereka terima langsung habis seketika hanya untuk melunasi sisa-sisa utang yang menumpuk selama masa kerja. Akibatnya, mereka pensiun tanpa memegang uang tunai sama sekali.
🔵 Melanggengkan Derita Generasi Sandwich
Karena tidak memegang uang di hari tua, kebutuhan hidup para pensiunan ini akhirnya dibebankan kepada anak-anak mereka yang sudah dewasa.
Hal ini menciptakan beban finansial baru bagi anak-anak mereka dan melanggengkan siklus kesulitan keuangan.
👨🏻Profil Coach Tom Mc Ifle dan Podcast Behind the Business
Tom MC Ifle (nama lengkap: Tom Martin Charles Ifle) adalah seorang pakar pelatih bisnis (business coach) terkemuka di Indonesia dan merupakan pendiri dari Top Coach Indonesia. Ia dikenal luas sebagai Master Coach #1 di Indonesia yang berfokus membantu para pengusaha, mulai dari skala UKM (Usaha Kecil Menengah), bisnis menengah, hingga perusahaan multinasional.

Melvin Mumpuni (kiri) dan Coach Tom Mc Ifle (kanan) di Podcast Behind the Business
Podcast Behind The Business adalah program edukatif yang dipandu oleh pakar pelatih bisnis Coach Tom MC Ifle, yang bertujuan untuk membongkar realita dan sisi belakang layar dari dunia bisnis yang jarang diketahui publik.
Melalui obrolan blak-blakan bersama berbagai bintang tamu seperti praktisi bisnis, miliarder, dan pakar di bidangnya, podcast ini mengupas tuntas tantangan nyata para pengusaha, mulai dari masalah kepemimpinan, manajemen keuangan, membangun sistem, hingga psikologi perilaku.
Catatan:
Untuk undang Melvin Mumpuni ke podcast atau acara Anda silakan hubungi kami.