Review keuangan bulanan dapat dilakukan dengan audit arus kas pribadi dan financial check up. Berikut ini cara menghitung rasio keuangan, panduan lengkap: definisi, angka ideal, rumus perhitungan dan action plan.

Setelah Anda mereview keuangan bulanan, Anda akan tahu kondisi sebenarnya (apakah sehat atau sekarat) dan mengambil action plan yang konkret.  

Artikel ini cocok untuk:

  1. Anda yang segera memasuki life stage baru: segera menikah, segera punya anak atau segera pensiun.
  2. Anda yang mau mengambil keputusan keuangan yang sangat penting, seperti mengambil pinjaman besar (KPR), pindah karir (dari karyawan ke entrepreneur) atau membagi waris. 
  3. Terjadi perubahan kondisi keuangan, misal salah satu pasangan meninggal dunia, kehilangan pekerjaan atau lainnya. 

 

 

Review Keuangan Bulanan, Mengapa Penting😳?

Sebagai perencana keuangan, saya banyak orang terlihat sukses dari luar, namun secara rasio keuangan sebenarnya sedang “sekarat”.

Kok bisa begitu? Karena mereka melewatkan Review Keuangan Bulanan.

Studi Kasus 1: Kelihatan baik-baik saja keuangannya (bisa membiayai pengeluaran rumah tangga, bisa bayar tagihan). Begitu ada kebutuhan mendadak, ternyata tidak punya tabungan (dana darurat). Alhasil harus meminjam. Ini salah satu contoh akibat Rasio Likuiditas yang jelek 👎🏻.

Studi Kasus 2: Ada klien yang penghasilannya bagus (mencapai Rp 60 juta per bulan), pengeluaran keluarga juga termasuk irit, sehingga bisa menabung hingga setengah penghasilannya. Sayangnya semua uangnya ada di deposito, sehingga ia merasa kok kekayaannya tidak bertambah signifikan setelah 10 tahun bekerja. Ini salah satu contoh akibat Rasio Aset Likuid terhadap Kekayaan Bersih yang nilainya jelek 👎🏻.

 

Seperti apa review keuangan?

Review keuangan bukanlah sekadar melihat pemasukan atau pengeluaran.  Review keuangan adalah cara Anda memastikan “keuangan keluarga” Anda sedang bertumbuh dan bukan sebaliknya menuju kemunduran (atau bahkan kebangkrutan).

Pada saat sesi konsultasi, biasanya saya mulai dengan audit arus kas (pemasukan dan pengeluaran), aset dan utang. Saya melihat komposisi atau rasio-rasio keuangan, serta tujuan keuangan klien. 

Di balik angka-angka biasanya tersimpan cerita yang tentunya berbeda antar satu orang dengan orang lainnya. Sebagai perencana keuangan, biasanya saya mematangkan dan memberikan sudut pandang sebagai orang ketiga yang lebih obyektif. 

 

Lakukan sendiri atau butuh bantuan perencana keuangan?

Pada dasarnya Anda dapat melakukan review keuangan bulanan secara mandiri. Namun satu hal yang harus Anda sadari beberapa bias1) yang dapat terjadi, misal:

  1. Subjectivity Bias: kecenderungan emosi, pengalaman atau preferensi pribadi yang mengaburkan logika Anda (secara tidak sadar). Hal ini membuat penilaian Anda jauh dari fakta yang objektif dan membuat Anda merasa aman-aman saja (padahal data menunjukkan kondisi keuangan yang sebenarnya sedang kritis).
  2. Confirmation Bias: Anda cenderung hanya mencari data yang mendukung keyakinan bahwa keuangan Anda baik-baik saja dan mengabaikan data yang menunjukkan sebaliknya. Anda merasa keuangan aman, karena bisa membayar cicilan. Padahal data menunjukkan Anda tidak dapat berinvestasi rutin (rasio tabungan nol). 
  3. Loss Aversion Bias: saya pernah mendapat klien yang punya masalah dengan cashflow dan utang karena bisnis sedang terganggu. Mereka sebenarnya sudah tahu bahwa menjual salah satu propertynya dapat menyelesaikan masalah utang dan cash flow. Mereka merasa opsi melepas property terasa berat, karena rasa sakit akibat kehilangan property  jauh lebih besar daripada rasa senang saat mendapatkan jumlah yang sama.  

 

Sebagai perencana keuangan saya bekerja di bawah kode etik objektifitas (objectivity) dan kompetensi (competence) artinya saya harus memberikan jasa pelayanan profesional dengan kejujuran intelektual. Objektivitas menuntut saya untuk memastikan integritas pekerjaan, penanganan konflik dan pelaksanaan penilaian profesional.

 

Lalu rasio keuangan apa saja yang saya periksa?

 

Cara Menghitung Rasio Keuangan

Berikut ini 10 rasio keuangan 2) 3) 4) yang saya gunakan saat Financial Check Up atau Cek Kesehatan Keuangan klien: 

#1 Income Ratio

Rasio keuangan yang membandingkan antara pemasuka dengan pengeluaran.

Idealnya pemasukan > pengeluaran

Rumus income ratio:

Income Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

Jika Anda memiliki masalah dengan income ratio, berarti Anda memiliki masalah arus kas yang harus segera di perbaiki. Ada 3 solusi untuk memperbaiki income ratio yaitu memperbesar penghasilan, menggurangi pengeluaran atau keduanya sekaligus.

 

#2 Saving Ratio

Rasio tabungan yang membandingkan antara porsi tabungan dan investasi dengan total income.

Idealnya saving ratio ≥ 20% pemasukan.

Rumus saving ratio:

Saving Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

Salah satu cara memperbesar saving ratio adalah dengan dua hal yaitu:

  1. Memprioritaskan menabung atau investasi.
  2. Menggunakan fitur auto save di mobile banking.
  3. Perbaiki cara mengatur uang supaya gaji tidak numpang lewat.

 

#3 Liquidity Ratio

Rasio likuiditas atau disebut juga dengan dana darurat, yang fungsinya untuk memenuhi kebutuhan yang genting (urgent) dan penting (important).

Idealnya liquidity ratio 6 – 12x pengeluaran bulanan.

Rumus liquidity ratio:

Liquidity Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

Jika dana darurat belum ideal, maka fokuskan uang Anda untuk memenuhi dana darurat. Anda dapat menyimpan dana darurat di tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, emas dan emas digital.

Dana darurat sebaiknya dalam kondisi IDEAL, bukan kekurangan atau kelebihan.

  • Kekurangan dana darurat, menyebabkan seseorang harus terpaksa meminjam untuk kebutuhan mendadak. 
  • Kelebihan dana darurat, menyebabkan uang Anda tidak bekerja maksimal. 

 

#4 Passive Income Ratio

Rasio pendapatan pasif, membandingkan penghasilan pasif dengan total penghasilan.

Idealnya passive income ratio ≥ 20% pemasukan.

Rumus passive income:

Passive Income Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

Jika passive income tidak ideal, maka seseorang belum bisa untuk pensiun (meskipun usia sudah kepala lima).  Final game dari pensiun adalah hidup dari pemasukan hasil investasi dan pendapatan pasif.

 

#5 Debt Service Ratio

Rasio kemampuan melunasi utang menggambarkan proporsi penghasilan bulanan yang digunakan untuk membayar cicilan.

Idealnya passive debt service ratio ≤ 35% pemasukan.

Rumus debt service ratio:

Debt Service Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

#6 Net Worth

Kekayaan bersih menggambarkan berapa selisih antara aset dan utang.

Idealnya kekayaan bersih > 0 dan terus bertumbuh.

Rumus net worth:

Net Worth, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

#7 Debt to Asset Ratio

Rasio utang terhadap aset menggambarkan proporsi utang dibandingkan aset.

Idealnya debt to asset ratio < 50% pemasukan.

Rumus debt to asset ratio:

Debt to Asset Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

#8 Liquid Assets to Net Worth Ratio

Rasio aset likuid terhadap kekayaan bersih, menggambarkan proporsi aset likuid terhadap nilai kekayaan bersih. Semakin banyak aset likuid, berarti uang Anda bertumbuh lambat.

Idealnya liquid asset to net worth ratio ≤ 15%.

Rumus liquid assets to net worth ratio:

Liquid Assets to Net Worth Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

#9 Investments to Net Worth Ratio

Rasio investasi terhadap kekayaan bersih menggambarkan proporsi investasi terhadap nilai kekayaan bersih. Semakin banyak aset investasi, berarti uang Anda bertumbuh cepat.

Idealnya investments asset to net worth ratio ≥ 50%.

Rumus investments to net worth ratio:

Investments Assets to Net Worth Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

#10 Solvability Ratio

Rasio solvabilitas menggambarkan apakah semua aset dapat melunasi seluruh utang. Cara menghitungnya dengan membandingkan kekayaan bersih dengan total aset.

Idealnya solvability ratio ≥ 50%.

Rumus solvability ratio:

Solvability Ratio, Cek Kesehatan Keuangan, Jasa Financial Check Up Online

 

Kesimpulan: Setelah Review Keuangan Bulanan

Setelah Anda menyelesaikan review keuangan bulanan, langkah selanjutnya adalah fase yang paling menentukan: Buat Action Plan dan Eksekusi.

Berikut adalah 3 langkah konkret yang harus dilakukan segera setelah audit selesai:

  1. Jika ada rasio keuangan yang masih merah (tidak sehat), maka lakukan perbaikan. Khususnya di bagian-bagian yang masih merah. 
  2. Jika hasil rasio keuangan Anda sudah baik, maka fokus pada investasi dan tujuan keuangan Anda.
  3. Jika Anda merasa kesulitan untuk melakukan perbaikan, maka saran saya pertimbangkan untuk menggunakan jasa perencana keuangan independen. 

 

Sumber referensi:

  1. Muhammad Nauman Sadiq, Syed Ali Raza Hamid, Raja Ased Azad Khan. January 2022. Behavioural biases in Personal Financial Management and Perceived Financial Satisfaction: The Role of Speculative Risk. researchgate.net
  2. Andre Mistoh Fauzi S.Sos. 30 Nov 2023. 9 Cara Cek Kesehatan Keuangan dengan Praktis, Wajib Coba! Finansialku.com
  3. Modul Certified Financial Planner (CFP®) yang dikeluarkan oleh Financial Planning Standard Board.
  4. Modul Financial Planning & Wealth Management Professional (FPWMP®) Certification yang dikeluarkan oleh Corporate Finance Institute.